---
Pilot A400M Jalani Latihan Intensif 30 Hari Setelah Mendarat di Halim Perdanakusuma
Jakarta, November 2025 — Setelah pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas resmi mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, kini para pilot TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang akan mengoperasikan pesawat tersebut tengah menjalani program pelatihan intensif selama 30 hari penuh. Langkah ini menjadi bagian penting dari fase awal penguasaan teknologi dan operasional A400M yang baru pertama kali dimiliki Indonesia.
Pesawat A400M merupakan pesawat angkut militer multiguna buatan Airbus Defence and Space asal Eropa. Dengan kemampuan membawa beban hingga 37 ton, jangkauan lebih dari 8.000 kilometer, serta sistem avionik digital mutakhir, pesawat ini dirancang untuk menjalankan berbagai misi strategis, mulai dari pengangkutan pasukan dan perlengkapan militer, hingga misi kemanusiaan di daerah terpencil.
---
Program Pelatihan Terpadu untuk Awak dan Teknis
Menurut keterangan resmi dari Dinas Penerangan TNI AU, pelatihan selama 30 hari ini digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, bekerja sama langsung dengan tim instruktur dari Airbus Defence and Space. Pelatihan mencakup dua komponen utama, yaitu pelatihan penerbangan (flight training) untuk pilot dan pelatihan pemeliharaan (maintenance training) untuk teknisi pesawat.
Pada tahap awal, para pilot TNI AU akan menjalani briefing teknis mendalam terkait sistem avionik, navigasi digital, serta konfigurasi kokpit A400M yang jauh lebih modern dibandingkan pesawat Hercules C-130 yang selama ini digunakan.
Selanjutnya, mereka akan masuk pada fase simulasi penerbangan menggunakan perangkat simulasi penuh (Full Flight Simulator) yang telah disiapkan oleh Airbus. Simulasi ini meliputi:
Latihan takeoff dan landing di berbagai kondisi cuaca ekstrem
Simulasi penerbangan jarak jauh antar pulau dan antar negara
Prosedur terbang rendah (low-level flight) untuk operasi taktis militer
Manuver penghindaran radar dan pendaratan cepat di landasan pendek
Penanganan situasi darurat dan manajemen bahan bakar di udara
Sementara itu, para teknisi TNI AU mengikuti pelatihan intensif di bidang pemeliharaan mesin, sistem hidrolik, dan perawatan avionik digital, yang sebagian besar dilakukan di hanggar Halim dan fasilitas Airbus Mobile Training Unit.
Program ini diharapkan dapat menyiapkan SDM unggul yang benar-benar memahami setiap aspek teknis dari A400M, mulai dari sistem kelistrikan hingga kontrol digital fly-by-wire yang menjadi andalan pesawat tersebut.
---
Instruktur Airbus Dampingi Langsung Latihan
Sebagai bagian dari kontrak pengadaan, Airbus Defence and Space mengirimkan beberapa instruktur senior yang telah berpengalaman melatih operator A400M dari negara lain seperti Malaysia, Jerman, dan Inggris.
Para instruktur tersebut tidak hanya memberikan pelatihan teori, tetapi juga pendampingan langsung saat penerbangan uji dan misi pelatihan lapangan. Dalam tahap lanjutan, para pilot TNI AU akan ikut dalam penerbangan jarak menengah menuju Lanud Abdulrachman Saleh (Malang) dan Lanud Iswahjudi (Madiun) untuk melakukan simulasi pengiriman logistik militer.
Kehadiran instruktur asing ini menjadi momentum penting bagi TNI AU untuk mentransfer ilmu dan standar keselamatan internasional yang berlaku di dunia penerbangan militer modern. Setelah pelatihan ini, Indonesia ditargetkan mampu melatih sendiri pilot dan teknisi A400M secara mandiri di masa mendatang.
---
Pernyataan Resmi dari KSAU: Menuju Kemandirian Operasional
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan tonggak penting dalam sejarah modernisasi TNI AU.
> "Kami ingin memastikan bahwa pesawat canggih seperti A400M tidak hanya kita miliki, tetapi juga benar-benar dapat kita operasikan secara mandiri. Dalam 30 hari pelatihan ini, para penerbang dan teknisi kita akan dibekali kemampuan penuh untuk mengoperasikan dan merawat pesawat ini sesuai standar internasional," ujar KSAU dalam keterangan persnya di Halim, Senin (3/11/2025).
Tonny juga menambahkan bahwa setelah program pelatihan di Halim selesai, sebagian awak akan dikirim ke Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, yang akan menjadi pusat pelatihan dan operasi utama A400M di Indonesia.
---
Peran Strategis A400M bagi TNI AU dan Indonesia
Kedatangan A400M memberi dorongan besar bagi kemampuan angkut udara strategis Indonesia. Pesawat ini dapat membawa kendaraan tempur lapis baja, helikopter ringan, logistik militer, dan bantuan kemanusiaan dalam satu kali penerbangan.
Dengan jangkauan hingga 8.700 km tanpa pengisian bahan bakar, A400M mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia, bahkan ke negara tetangga di Asia Tenggara dan Pasifik.
Pesawat ini juga dirancang untuk beroperasi di landasan pendek dan tidak beraspal, seperti bandara darurat di wilayah bencana atau daerah perbatasan. Hal ini membuat A400M sangat cocok digunakan dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam, yang sering terjadi di Indonesia.
Selain misi militer, A400M juga akan digunakan untuk operasi bantuan internasional, pengiriman pasukan perdamaian PBB, serta evakuasi medis massal (medevac) di wilayah krisis.
---
Langkah Menuju Kemandirian dan Transfer Teknologi
Penguasaan operasional A400M merupakan bagian dari strategi jangka panjang modernisasi pertahanan nasional. Pemerintah Indonesia menargetkan agar dalam lima tahun mendatang, TNI AU dapat melakukan perawatan tingkat menengah dan berat (heavy maintenance) secara mandiri di dalam negeri.
Untuk mendukung hal tersebut, sejumlah teknisi dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI) juga dilibatkan dalam program pelatihan teknis A400M. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat transfer teknologi dari Airbus ke industri dirgantara nasional, sekaligus membuka peluang kerja sama dalam bidang perawatan pesawat militer berat.
Langkah ini sejalan dengan visi Kementerian Pertahanan yang berkomitmen memperkuat kemandirian alutsista (alat utama sistem persenjataan) dan mengurangi ketergantungan pada negara lain.
---
Era Baru Angkutan Udara TNI AU
Kehadiran A400M di Indonesia bukan sekadar simbol modernisasi, tetapi juga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan daya jangkau TNI AU. Dengan kemampuan membawa lebih banyak personel dan peralatan, pesawat ini akan memperkuat operasi udara, baik di tingkat nasional maupun internasional.
A400M juga menjadi pesawat pertama di kawasan Asia Tenggara yang menggabungkan kapasitas strategis dan taktis, menjadikannya salah satu pesawat paling fleksibel di dunia militer saat ini.
Dengan pelatihan intensif yang tengah dijalani para pilot dan teknisi TNI AU, Indonesia kini memasuki era baru kemandirian operasional dan kemampuan proyeksi udara yang lebih kuat.
---
Penutup
Pelatihan 30 hari bagi pilot dan teknisi A400M bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan pondasi utama dari kesiapan tempur dan kemanusiaan TNI AU di masa depan. Setelah program ini selesai, diharapkan Indonesia memiliki personel yang kompeten dan siap menjalankan misi besar dengan pesawat canggih ini — dari mengirim logistik militer di perbatasan, hingga membawa bantuan kemanusiaan ke daerah bencana di seluruh nusantara.
Dengan semangat profesionalisme dan penguasaan teknologi baru, TNI AU terus melangkah menuju angkatan udara yang modern, mandiri, dan disegani di kawasan.
---