---
Prabowo Subianto Serahkan Pesawat Airbus A400M ke TNI Angkatan Udara: Tonggak Baru Kekuatan Militer Indonesia
Jakarta — Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyerahkan pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dalam sebuah upacara militer di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada awal November 2025. Penyerahan ini menjadi simbol penting bagi peningkatan kemampuan angkut strategis dan modernisasi pertahanan udara Indonesia di era baru kepemimpinan pertahanan nasional.
Pesawat Multiguna yang Serbaguna dan Canggih
Airbus A400M adalah pesawat angkut berat generasi baru buatan Eropa yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasi militer, mulai dari pengangkutan pasukan dan logistik, misi kemanusiaan, hingga pengisian bahan bakar udara (air refueling). Pesawat ini mampu mengangkut beban hingga 37 ton, dengan jangkauan terbang mencapai 8.700 kilometer tanpa perlu mengisi bahan bakar.
"A400M ini bukan sekadar alat angkut, tapi simbol kemandirian dan kemajuan bangsa. Dengan kemampuan teknologi tinggi, TNI AU kini memiliki sayap baru untuk menjaga kedaulatan Indonesia dari Sabang sampai Merauke," ujar Prabowo dalam pidato resminya saat upacara penyerahan.
Pesawat tersebut menjadi unit pertama dari total empat A400M yang dipesan oleh Indonesia dari Airbus Defence and Space, berdasarkan kontrak kerja sama yang ditandatangani beberapa tahun sebelumnya. Program ini merupakan bagian dari strategi modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang menjadi prioritas Kementerian Pertahanan.
Kemampuan Unggul di Berbagai Medan
A400M dirancang agar bisa beroperasi di berbagai medan ekstrem, termasuk landasan tanah, pasir, dan jalur pendek, menjadikannya ideal untuk negara kepulauan seperti Indonesia. Dengan daya angkut besar, pesawat ini dapat membawa kendaraan taktis, helikopter kecil, hingga bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar ke wilayah terpencil yang sulit dijangkau.
Pesawat ini juga memiliki empat mesin turboprop Europrop TP400-D6, yang membuatnya lebih efisien dibandingkan pesawat jet dalam kategori sejenis. Keunggulan lain adalah sistem avionik modern yang memungkinkan kru memantau kondisi pesawat secara digital, serta fitur fly-by-wire untuk meningkatkan stabilitas penerbangan.
Makna Strategis bagi Indonesia
Dalam konteks geopolitik kawasan, kehadiran Airbus A400M memberi sinyal kuat bahwa Indonesia semakin serius dalam meningkatkan daya tangkal dan kemampuan logistik militernya. Dengan pesawat ini, TNI AU dapat memperluas jangkauan operasi, baik untuk misi pertahanan maupun operasi bantuan kemanusiaan (HADR) di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.
Indonesia sendiri memiliki peran aktif dalam misi kemanusiaan internasional, termasuk pengiriman bantuan ke Gaza, Turki, dan kawasan bencana lainnya. Dengan A400M, pengiriman logistik dalam skala besar akan lebih cepat dan efisien.
"Pesawat ini bukan hanya untuk perang, tapi untuk kemanusiaan. Dengan A400M, kita dapat menyalurkan bantuan dengan cepat ke daerah bencana, baik di dalam negeri maupun luar negeri," kata Prabowo.
Kebanggaan bagi Industri Pertahanan Nasional
Selain meningkatkan kemampuan operasional TNI, kehadiran A400M juga menjadi bagian dari kerja sama teknologi antara Indonesia dan Airbus Defence and Space. Dalam kontrak pembelian, disepakati adanya transfer teknologi dan peluang kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung.
Kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi PTDI dalam rantai pasok industri kedirgantaraan global. Beberapa teknisi dan pilot Indonesia telah dikirim ke Eropa untuk menjalani pelatihan khusus operasi dan perawatan A400M, memastikan kemampuan teknis dapat dikuasai sepenuhnya oleh SDM dalam negeri.
Prabowo: Komitmen untuk Pertahanan Modern dan Mandiri
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa pembelian A400M bukan sekadar proyek militer, melainkan bagian dari visi jangka panjang kemandirian pertahanan nasional. Ia menekankan pentingnya modernisasi alat pertahanan sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan rakyat.
"Kita tidak boleh bergantung pada negara lain untuk menjaga kedaulatan kita. Indonesia harus kuat, harus punya kemampuan sendiri. Ini langkah konkret menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan disegani dunia," tegasnya.
Sambutan Hangat dari TNI AU
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menyambut penyerahan ini dengan antusias. Ia menilai A400M akan menjadi tulang punggung baru dalam operasi logistik udara TNI AU.
"Kemampuan pesawat ini luar biasa. Dengan jangkauan yang luas dan kapasitas besar, A400M akan sangat membantu dalam mendukung operasi militer maupun kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.
Rencana Penggunaan dan Operasional
Unit pertama A400M ini akan berbasis di Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, namun juga dapat ditempatkan sementara di beberapa pangkalan utama lainnya seperti Lanud Abdulrachman Saleh (Malang) dan Lanud Sultan Hasanuddin (Makassar) sesuai dengan kebutuhan operasi.
Pesawat ini dijadwalkan mulai aktif bertugas pada awal 2026, setelah menjalani serangkaian uji terbang, pelatihan awak, dan sertifikasi kelayakan operasi oleh TNI AU dan Kementerian Pertahanan.
Simbol Era Baru Pertahanan Udara Indonesia
Kehadiran Airbus A400M menandai era baru bagi kekuatan udara Indonesia. Setelah lebih dari dua dekade mengandalkan pesawat angkut C-130 Hercules buatan Amerika Serikat, kini Indonesia memiliki armada baru dengan teknologi mutakhir dan daya angkut lebih besar.
Upacara penyerahan yang dihadiri pejabat tinggi militer, duta besar negara sahabat, dan perwakilan Airbus tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia terus bertransformasi menuju pertahanan modern, profesional, dan adaptif terhadap tantangan global.
---
Kesimpulan
Penyerahan Airbus A400M oleh Prabowo Subianto kepada TNI AU bukan hanya momen simbolis, tetapi juga langkah nyata menuju modernisasi dan kemandirian pertahanan nasional. Pesawat ini memperluas kemampuan strategis Indonesia, meningkatkan kesiapan militer, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai kekuatan regional yang siap menjaga perdamaian dan stabilitas.
---