---
Pilot A400M Jalani Latihan 30 Hari Setelah Mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma
Jakarta — Setelah pesawat angkut militer canggih Airbus A400M resmi mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, para pilot dan kru TNI Angkatan Udara (AU) langsung dijadwalkan mengikuti program pelatihan intensif selama 30 hari. Latihan ini menjadi bagian dari proses transisi penting sebelum pesawat digunakan secara penuh dalam operasi angkut strategis TNI AU.
Pesawat A400M yang diserahkan langsung oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada akhir Oktober 2025 ini merupakan pesawat pertama dari beberapa unit yang akan memperkuat armada udara Indonesia. Kehadiran pesawat tersebut menandai babak baru modernisasi alutsista udara Indonesia, khususnya dalam bidang transportasi militer berat dan bantuan kemanusiaan.
---
Program Latihan Intensif untuk Pilot dan Kru
Menurut Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono, pelatihan 30 hari tersebut akan fokus pada adaptasi sistem avionik canggih, prosedur penerbangan taktis, dan simulasi kondisi ekstrem. A400M memiliki banyak fitur modern seperti fly-by-wire, autothrust system, serta kemampuan lepas landas di landasan pendek dan tidak beraspal, yang menuntut penyesuaian signifikan bagi para pilot.
Pelatihan ini melibatkan instruktur dari Airbus Defence and Space serta dukungan teknis dari pihak pabrikan di Eropa. Seluruh sesi dilakukan di bawah pengawasan langsung dari Skadron Udara 31 Halim Perdanakusuma, yang akan menjadi unit pengguna utama pesawat tersebut.
"Selama 30 hari ke depan, seluruh awak akan menjalani kombinasi antara teori, simulasi, dan praktik langsung. Kami ingin memastikan seluruh personel benar-benar memahami sistem dan karakteristik pesawat ini," ujar Marsekal Tonny.
---
Kesiapan Operasional dan Dukungan Logistik
Selain pilot, personel teknisi dan kru pemeliharaan juga mendapatkan pelatihan intensif. Mereka akan belajar tentang manajemen mesin turboprop TP400-D6, sistem hidrolik, dan mekanisme perawatan rutin yang sesuai dengan standar Airbus Military. Program ini juga mencakup pelatihan penanganan darurat dan sistem keselamatan penerbangan.
Menurut data dari TNI AU, setelah 30 hari pelatihan, satu unit A400M akan menjalani uji terbang misi angkut strategis ke beberapa daerah terpencil di Indonesia, seperti Papua dan Maluku. Hal ini untuk memastikan kemampuan operasional pesawat di berbagai kondisi cuaca dan landasan.
---
Kemampuan A400M yang Multiguna
Airbus A400M dikenal sebagai pesawat multirole transporter, mampu mengangkut hingga 37 ton muatan, termasuk kendaraan tempur ringan, helikopter, serta pasukan dalam jumlah besar. Pesawat ini juga dapat diubah fungsinya menjadi pesawat medis evakuasi (MEDEVAC), serta mendukung operasi aerial refueling untuk pesawat tempur dan pesawat angkut lainnya.
Dengan jangkauan terbang mencapai lebih dari 8.700 kilometer, A400M dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia tanpa perlu pengisian bahan bakar di udara. Hal ini menjadikannya ideal untuk mendukung misi logistik militer, bencana alam, hingga operasi perdamaian PBB.
---
Langkah Strategis Modernisasi Alutsista
Kementerian Pertahanan menyebutkan bahwa kedatangan A400M merupakan hasil dari kontrak jangka panjang dengan Airbus yang sudah direncanakan sejak tahun 2017. Pesawat pertama ini akan menjadi proyek percontohan bagi transformasi armada angkut udara Indonesia.
Prabowo Subianto menegaskan bahwa modernisasi TNI bukan hanya sekadar membeli alutsista baru, melainkan juga meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.
> "Kita tidak hanya membeli pesawat, tapi juga membangun kemampuan nasional. Pilot kita, teknisi kita, harus menguasai teknologi dunia. Latihan ini bagian dari proses itu," ujar Prabowo saat penyerahan resmi di Lanud Halim.
---
Dukungan dan Kerjasama Internasional
Kehadiran A400M juga menjadi simbol kemitraan strategis antara Indonesia dan Uni Eropa, khususnya dalam bidang teknologi pertahanan. Selain Airbus, beberapa negara mitra seperti Prancis dan Jerman juga memberikan dukungan teknis untuk pelatihan dan pemeliharaan jangka panjang.
Airbus sendiri menyambut baik kerja sama ini. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan A400M secara penuh, menandakan kepercayaan tinggi terhadap kemampuan teknis TNI AU.
---
Menuju Kemandirian Teknologi Pertahanan
Setelah pelatihan 30 hari selesai, TNI AU berencana menugaskan A400M dalam berbagai misi strategis, termasuk operasi logistik di daerah perbatasan dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah bencana. Pemerintah juga membuka kemungkinan untuk mengembangkan kerja sama transfer teknologi agar perawatan dan komponen tertentu bisa diproduksi di dalam negeri.
Langkah ini diharapkan mendorong industri pertahanan nasional menuju kemandirian dan efisiensi operasional, mengurangi ketergantungan terhadap luar negeri.
---
Penutup
Kedatangan Airbus A400M dan pelatihan 30 hari bagi para pilot menjadi tonggak penting dalam sejarah penerbangan militer Indonesia. Pesawat ini bukan sekadar simbol kekuatan, tetapi juga wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kapasitas pertahanan udara yang modern, profesional, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan kemampuan yang luar biasa dan sumber daya manusia yang terus dilatih, TNI AU diyakini akan mampu menjadikan A400M sebagai andalan baru angkutan strategis nasional, membawa Indonesia menuju era baru kemandirian dan kebanggaan di langit nusantara.
---