---
LAPORAN KHUSUS: Rapat Anggota KSU Sejahtera Mandiri Membahas Arah Kebijakan 2026 — Transparansi, Penguatan Usaha, dan Masa Depan Ekonomi Warga Ketegan
Ketegan, Sidoarjo — 16 November 2025
Balai pertemuan Kelurahan Ketegan siang itu tampak lebih berwarna dari biasanya. Deretan kursi merah dan abu-abu telah disusun dalam formasi rapat. Sebuah spanduk besar membentang di dinding depan bertuliskan "Rapat Anggota (RK – RAPB) Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun Buku 2026 – KSU Sejahtera Mandiri". Di sampingnya, bendera Merah Putih dan bendera koperasi berdiri tegak, menjadi simbol keseriusan forum dan kehormatan lembaga yang disepakati bersama oleh warga.
Rapat anggota ini bukan sekadar pertemuan rutin. Bagi KSU Sejahtera Mandiri, forum tersebut merupakan titik balik tahunan yang menentukan siapa, bagaimana, dan ke mana arah koperasi ini bergerak pada tahun buku mendatang. Rapat Anggota adalah kekuasaan tertinggi dalam koperasi, sebuah mekanisme demokrasi ekonomi yang jarang disadari nilainya oleh masyarakat luas. Di sinilah setiap rupiah dipertanyakan, setiap keputusan dibahas, dan setiap program ditentukan melalui diskusi bersama.
Artikel panjang ini mencoba menggambarkan suasana, dinamika, substansi pembahasan, serta pentingnya rapat anggota koperasi bagi masyarakat Kelurahan Ketegan. Dari tata ruangan yang sederhana hingga strategi grand desain koperasi untuk 2026, semuanya terangkum dalam liputan mendalam berikut.
---
1. SEBUAH SIANG YANG TENANG: SUASANA RAPAT ANGOTA DIMULAI
Sekitar pukul 13.00 WIB, satu per satu anggota koperasi mulai berdatangan. Beberapa tampak membawa map plastik berisi dokumen rapat. Seorang ibu berhijab duduk di deretan kursi tengah sambil membuka lembar laporan. Seorang bapak berbatik biru duduk lebih depan, fokus memperhatikan layar proyektor yang menampilkan grafik keuangan tahun 2025.
Ruangan tampak sederhana: cat kuning pucat, kipas angin berdiri di sisi meja podium, dan meja rapat pengurus disusun berjajar menghadap peserta. Di bagian belakang, masih tampak beberapa kursi kosong—tanda bahwa acara belum benar-benar dimulai.
Meskipun sederhana, ruangan itu mencerminkan keseriusan. Tidak ada musik atau suara gaduh. Hanya bunyi kipas angin dan suara halaman dokumen yang dibuka perlahan.
Suasana seperti ini umum dijumpai dalam rapat koperasi tingkat kelurahan. Tidak glamor, tidak megah. Namun, justru di ruang-ruang seperti inilah ekonomi kerakyatan Indonesia bertumpu. Bukan di gedung pencakar langit, bukan dalam rapat para pemegang saham berjas mahal.
Di sinilah ekonomi rakyat bekerja.
---
2. KOPERASI SEBAGAI NADI EKONOMI WARGA: PERAN KSU SEJAHTERA MANDIRI
KSU Sejahtera Mandiri adalah koperasi serba usaha yang telah beroperasi selama bertahun-tahun di Kelurahan Ketegan. Sebagaimana koperasi pada umumnya, lembaga ini berfungsi menghimpun simpanan, menyalurkan pinjaman, membuka peluang usaha bersama, dan memberi manfaat ekonomi bagi anggota.
Koperasi seperti ini biasanya memiliki beberapa unit utama:
1. Unit Simpan Pinjam
Menjadi tulang punggung koperasi, tempat anggota meminjam dana untuk kebutuhan mendesak atau modal usaha kecil.
2. Unit Usaha Perdagangan (jika ada)
Biasanya berupa penjualan sembako, perlengkapan rumah tangga, atau jasa pembayaran.
3. Unit Jasa Lainnya
Bergantung kebutuhan warga, seperti fotokopi, sewa alat pesta, atau layanan pembayaran.
Bagi warga Ketegan, koperasi bukan hanya lembaga ekonomi tetapi juga simbol kebersamaan. Dalam masyarakat urban pinggiran seperti Sidoarjo, banyak warga tidak selalu memiliki akses mudah ke perbankan. Koperasi hadir menjadi solusi.
Koperasi memberi pinjaman tanpa prosedur rumit. Koperasi menyimpan uang anggota tanpa ketakutan birokrasi. Koperasi memberi rasa memiliki karena anggotanya adalah pemilik sekaligus pengguna.
Maka, rapat anggota seperti hari ini bukan hanya agenda tahunan, tetapi peristiwa demokratis yang menentukan arah kesejahteraan warga.
---
3. PEMBUKAAN RAPAT: LAMBANG FORMALITAS DAN KEHORMATAN
Ketika seluruh pengurus mulai menempati kursinya, acara dibuka secara resmi. Salah satu pengurus berdiri di podium kayu kecil yang tampak kokoh meski usianya terlihat tua.
Di belakangnya, terpampang foto Presiden dan Wakil Presiden sebagai simbol legalitas forum resmi. Lambang Garuda Pancasila menandakan bahwa rapat tersebut merupakan bagian dari kegiatan kelembagaan yang diakui negara.
Pengurus membuka rapat dengan salam dan ucapan terima kasih. Ia menekankan pentingnya forum ini:
> "Rapat anggota adalah tempat tertinggi kita untuk mengambil keputusan. Tidak ada keputusan yang bisa berjalan kalau tidak melalui forum ini. Karena itu, kami mengundang semua anggota untuk aktif memberikan masukan dan pendapat."
Para anggota mengangguk kecil mendengar pernyataan itu. Sebagian menyiapkan pena untuk mencatat poin-poin penting.
---
4. LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN: TRANSPARANSI KEUANGAN 2025
Bagian yang paling ditunggu setiap rapat anggota koperasi adalah laporan pertanggungjawaban. Di sinilah pengurus memaparkan:
jumlah simpanan anggota
total pinjaman yang disalurkan
saldo tutup buku
pendapatan unit usaha
biaya operasional
sisa hasil usaha (SHU)
Slide demi slide ditampilkan di layar proyektor. Anggota menyimak dengan serius.
4.1. Pencapaian Positif 2025
Pengurus melaporkan beberapa hal positif, antara lain:
peningkatan jumlah anggota baru
kenaikan dana simpanan sukarela
tingkat pengembalian pinjaman anggota cukup stabil
unit usaha koperasi menunjukkan pertumbuhan moderat
Transparansi ini sangat penting. Tidak seperti bisnis swasta, koperasi tidak mengejar profit sebesar-besarnya untuk pemilik modal tunggal. Koperasi mengejar keberlanjutan dan manfaat bagi seluruh anggota.
4.2. Tantangan Sepanjang Tahun
Namun, tidak semua berjalan mulus. Pengurus juga melaporkan tantangan:
beberapa anggota mengalami keterlambatan pembayaran
meningkatnya biaya operasional harian
kebutuhan pembaruan peralatan administrasi
rendahnya partisipasi anggota dalam beberapa program
Dengan memaparkan tantangan secara terbuka, pengurus menunjukkan komitmen untuk menjaga kepercayaan anggota.
---
5. RENCANA KERJA 2026: MENGHADAPI ERA DIGITAL DAN KEBUTUHAN BARU
Setelah sesi laporan, rapat memasuki agenda utama: Rencana Kerja Tahun Buku 2026.
Pengurus menyampaikan bahwa koperasi harus berkembang lebih cepat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan ekonomi masyarakat. Beberapa prioritas yang dipaparkan:
5.1. Digitalisasi Administrasi
Koperasi mulai mempertimbangkan pencatatan digital agar:
laporan lebih rapi
data lebih aman
waktu pelayanan lebih cepat
pengurus baru tidak kesulitan adaptasi
Langkah ini sejalan dengan tren transformasi digital yang sedang terjadi di berbagai sektor.
5.2. Penguatan Unit Simpan Pinjam
Unit simpan pinjam tetap menjadi tulang punggung koperasi. Pengurus mengusulkan:
pengetatan analisis kelayakan pinjaman
edukasi keuangan untuk anggota
diversifikasi sumber pendapatan
penyusunan regulasi baru untuk anggota yang menunggak
5.3. Pembentukan Usaha Baru
Ada wacana membuka unit usaha baru, misalnya:
toko mini koperasi
unit jasa pembayaran (listrik, PDAM, telepon)
penyewaan peralatan kebutuhan warga
Unit usaha baru berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi koperasi dan anggota.
5.4. Program Pemberdayaan Anggota
Koperasi ingin meningkatkan kapasitas anggota melalui:
pelatihan literasi keuangan
workshop manajemen UMKM
pelatihan jualan online
seminar peningkatan pendapatan keluarga
---
6. RENCANA ANGGARAN 2026: RAPB DIPERSOALKAN DAN DIBEDAH
Setelah rencana kerja dibahas, pengurus memaparkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB). Bagian ini biasanya menjadi sesi paling dinamis dan paling sensitif.
6.1. Alokasi Anggaran Operasional
Anggaran operasional mencakup:
gaji dan honorarium pengurus
listrik dan internet
pemeliharaan aset koperasi
biaya rapat dan administrasi
Beberapa anggota menyoroti biaya listrik yang meningkat.
6.2. Penyusunan Dana Cadangan
Dana cadangan penting untuk menghadapi kemungkinan:
gagal bayar pinjaman
keadaan darurat
kebutuhan mendesak operasional koperasi
Dana ini harus cukup namun tidak menghambat alur kas koperasi.
6.3. Modal Usaha Baru
Pengurus juga menyiapkan dana khusus untuk memulai unit usaha tambahan. Dana ini menjadi investasi jangka panjang.
---
7. DINAMIKA DISKUSI: ARGUMENTASI, MASUKAN, DAN KRITIK
Dalam suasana formal namun terbuka, anggota silih berganti menyampaikan pendapat.
Beberapa poin yang muncul:
usulan memperketat aturan pinjaman
saran agar koperasi lebih aktif melakukan penagihan
kritik tentang rendahnya partisipasi anggota
permintaan pembaruan kursi rapat
usulan membuat kalender kegiatan koperasi
Pengurus menanggapi dengan kepala dingin. Tidak semua disetujui, tetapi semua dicatat dalam notulen.
Itulah demokrasi koperasi.
---
8. PERAN KOPERASI DI ERA PERSAINGAN DIGITAL
Rapat anggota bukan hanya tempat mengurus angka dan dokumen. Ia juga menjadi forum refleksi: bagaimana peran koperasi di tengah perubahan zaman?
Saat aplikasi pinjaman online merajalela, koperasi menghadapi pesaing baru. Pinjaman daring menawarkan uang cepat, tetapi sering kali berujung jeratan bunga tinggi. Koperasi hadir sebagai alternatif yang lebih aman, lebih manusiawi, dan lebih berlandaskan kebersamaan.
Maka, penguatan koperasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
---
9. HARAPAN ANGGOTA UNTUK TAHUN 2026
Sejumlah anggota berharap koperasi:
lebih aktif melibatkan warga
memperluas unit usaha
meningkatkan transparansi
mengadakan kegiatan sosial
meningkatkan SHU
Harapan ini mencerminkan kepercayaan mereka bahwa koperasi masih relevan dan penting bagi masyarakat.
---
10. PENUTUP RAPAT: MENJALIN PERSATUAN DAN KOMITMEN
Setelah semua agenda dibahas, rapat ditutup dengan kesepakatan bersama.
Tidak ada sorak sorai. Tidak ada tepuk tangan berlebihan. Hanya ekspresi lega bahwa satu forum penting telah berlangsung dengan baik.
Koperasi akan menghadapi tahun 2026 dengan arah kebijakan baru, dengan tantangan baru, dan dengan harapan baru.
Namun yang paling penting: koperasi tetap menjadi milik bersama.
---
KESIMPULAN: KOPERASI, DEMOKRASI, DAN MASA DEPAN EKONOMI WARGA
Rapat anggota KSU Sejahtera Mandiri mencerminkan wajah asli koperasi Indonesia:
sederhana
demokratis
transparan
penuh dinamika
berorientasi pada kesejahteraan anggota
Dalam era ketidakpastian ekonomi global, lembaga seperti koperasi tetap menjadi benteng ekonomi masyarakat kecil. Tidak mewah, tidak berisik, tetapi selalu hadir dengan fungsi yang nyata.
Di ruangan sederhana itu, tersimpan harapan bahwa ekonomi warga Ketegan akan semakin kuat di tahun buku 2026.
Karena koperasi bukan sekadar lembaga, tetapi gerakan kebersamaan.
---