Dedikasi Seorang Software Engineer Senior: Menjembatani Masa Lalu dan Masa Depan


---

Dedikasi Seorang Software Engineer Senior: Menjembatani Masa Lalu dan Masa Depan

Pendahuluan

Dunia teknologi informasi berkembang dengan kecepatan yang luar biasa. Namun di tengah derasnya arus inovasi digital, ada sosok-sosok berpengalaman yang menjadi fondasi kokoh, tempat generasi muda belajar, berpijak, dan melesat. Salah satunya adalah seorang software engineer senior yang bukan hanya mahir menulis kode, tapi juga membawa nilai-nilai tradisi, kesederhanaan, dan kebijaksanaan hidup ke dalam dunia digital yang cepat berubah. Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang kisah hidup, kontribusi, hingga filosofi kerja seorang software engineer sepuh yang menjadi inspirasi lintas generasi.


---

Bab 1: Awal Perjalanan – Dari Dakwah Ke Digital

Lahir di sebuah desa kecil di ujung Jawa Timur pada era sebelum merdeka, beliau tumbuh dalam lingkungan penuh nilai-nilai keagamaan, kesederhanaan, dan kerja keras. Masa kecilnya dipenuhi oleh rutinitas ngaji, membantu orang tua di sawah, dan memperbaiki radio-rumahan secara autodidak.

Namun siapa sangka, ketertarikan pada kabel, transistor, dan sistem mekanik menjadi jalan menuju dunia teknologi. Setelah masa remajanya berlalu, ia mulai tertarik pada dunia komputer ketika komputer masih menjadi barang mewah yang hanya dimiliki lembaga negara.


---

Bab 2: Menembus Dunia Teknologi di Usia yang Tak Lazim

Di saat banyak orang seusianya memilih pensiun atau beristirahat, beliau justru mulai belajar pemrograman dari nol. Bahasa pemrograman pertama yang ia pelajari adalah Pascal, lalu beralih ke Visual Basic, dan akhirnya menjadi ahli di Python dan JavaScript.

Dedikasinya luar biasa—membaca dokumentasi hingga larut malam, mengikuti kursus daring gratis, dan tak jarang belajar dari anak muda yang lebih paham. Ia membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk berkembang di dunia teknologi.


---

Bab 3: Proyek Pertama – Sistem Manajemen Masjid

Proyek teknologi pertamanya adalah membuat sistem manajemen keuangan dan inventaris untuk masjid di desanya. Dengan tampilan sederhana namun fungsional, sistem ini mencatat pemasukan, pengeluaran, hingga jadwal kajian secara digital.

Software ini menjadi cikal bakal berbagai proyek yang lebih besar, termasuk sistem pendataan santri, perpustakaan digital pesantren, hingga aplikasi manajemen wakaf yang digunakan lintas kota.


---

Bab 4: Filosofi Software Engineering ala Santri

Beliau punya prinsip unik dalam menulis kode: "Kode harus bersih seperti wudhu, dan logikanya sejelas bacaan shalat." Prinsip ini membuatnya selalu menulis kode yang rapi, terdokumentasi dengan baik, dan mudah dibaca oleh orang lain.

Filosofinya dalam membangun perangkat lunak tidak semata-mata pada kecepatan atau hasil akhir, tapi juga proses, niat, dan manfaat bagi sesama. Ia percaya bahwa teknologi harus memberdayakan manusia, bukan menggantikannya.


---

Bab 5: Menginspirasi Generasi Muda

Tak sedikit anak muda yang datang kepadanya untuk belajar pemrograman. Ia membimbing mereka tanpa pamrih, bahkan menyediakan laptop-laptop bekas yang ia kumpulkan dan perbaiki sendiri untuk dibagikan ke siswa yang kurang mampu.

Di komunitasnya, beliau dikenal sebagai "Kyai Digital"—ulama teknologi yang mampu menjelaskan konsep algoritma dengan analogi-analogi yang sederhana dan spiritual.


---

Bab 6: Dunia Startup dan Tantangannya

Meski tidak terjun langsung ke dunia startup, banyak startup lokal yang melibatkan beliau sebagai penasihat teknis atau mentor. Ia kerap membantu mengaudit sistem backend, mengevaluasi arsitektur data, dan memberikan masukan tentang keamanan siber.

Ia juga aktif menulis blog tentang pentingnya etika dalam pengembangan software, keamanan privasi pengguna, dan bahaya AI yang tidak terkontrol. Tulisan-tulisannya banyak dibaca dan dibagikan oleh komunitas teknologi nasional.


---

Bab 7: Menjaga Keseimbangan antara Dunia dan Akhirat

Beliau dikenal tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu, bahkan di sela-sela coding pun, ia akan berhenti untuk menunaikan ibadah. Dalam setiap presentasi teknologi, ia tidak lupa menyisipkan nilai-nilai spiritual agar para pengembang tidak kehilangan arah.

Ia percaya bahwa seorang programmer harus rendah hati, karena sehebat apapun logika manusia, tetap ada batasnya. Tuhanlah yang Maha Mengetahui segalanya—baik dalam dunia nyata maupun digital.


---

Bab 8: Prestasi dan Penghargaan

Beberapa lembaga pendidikan dan organisasi IT telah memberikan penghargaan kepada beliau. Namun ia menolaknya dengan rendah hati dan berkata:

> "Saya hanya mengerjakan apa yang bisa saya lakukan. Jika ada manfaatnya, itu karena pertolongan Allah."



Namun demikian, proyek-proyek yang dibangunnya telah digunakan oleh ratusan institusi, mulai dari sekolah, masjid, UMKM, hingga koperasi pesantren.


---

Bab 9: Keteladanan di Masa Tua

Di usianya yang sudah lanjut, beliau tetap rutin membuka laptop setiap hari. Ia mengikuti perkembangan terkini seperti AI generatif, blockchain, hingga DevOps modern. Tapi ia juga tidak melupakan kehidupan sosial: menghadiri pengajian, menjenguk tetangga sakit, hingga membantu persiapan hajatan warga.

Kehadirannya di tengah masyarakat menjadi teladan hidup tentang pentingnya ilmu, amal, dan akhlak. Ia menjadi jembatan antara generasi kolonial dan generasi digital native.


---

Bab 10: Warisan Digital yang Menginspirasi

Kini beliau sedang menyusun modul pembelajaran software engineering untuk pesantren-pesantren. Ia bermimpi agar santri tidak hanya bisa membaca kitab kuning, tapi juga bisa membangun sistem informasi sendiri. Baginya, Islam dan teknologi bisa berjalan beriringan.

Warisan beliau bukan berupa perusahaan raksasa atau kekayaan materi, melainkan ribuan baris kode yang bermanfaat, puluhan murid yang sudah jadi programmer profesional, dan nilai hidup yang tak lekang oleh zaman.


---

Penutup

Dalam dunia yang terobsesi dengan kecepatan, usia muda, dan teknologi canggih, sosok seperti beliau adalah pengingat bahwa hikmah, kesabaran, dan keikhlasan adalah pondasi terpenting dalam membangun masa depan digital.

Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua: bahwa tak ada kata terlambat untuk belajar, berkarya, dan memberi manfaat melalui teknologi.


---


PT SURABAYA SOLUSI INTEGRASI

PT SURABAYA SOLUSI INTEGRASI - JUAL BELI BLOG - JUAL BLOG UNTUK KEPERLUAN DAFTAR ADSENSE - BELI BLOG BERKUALITAS - HUBUNGI KAMI SEGERA

Post a Comment

Support By Yahoo!
Support By Bing

Previous Post Next Post