---
"Software Engineer Sepuh: Keteladanan, Teknologi, dan Tradisi yang Bersatu"
Pendahuluan
Di tengah pesatnya perkembangan dunia teknologi dan software engineering, sering kali fokus kita hanya tertuju pada generasi muda, startup, dan inovator digital masa kini. Namun, ada sosok-sosok luar biasa yang berada di balik layar, membawa nilai-nilai tradisi, kesederhanaan, dan kebijaksanaan hidup ke dunia digital. Artikel ini akan mengangkat kisah dan filosofi seorang software engineer sepuh—sosok yang tak hanya paham teknologi, tapi juga hidup dalam nilai luhur dan pengalaman panjang.
---
Bab 1: Teknologi Tak Mengenal Usia
Banyak orang mengira dunia teknologi hanya milik generasi muda. Namun, pandangan itu tak sepenuhnya benar. Sosok sepuh dalam balutan baju koko marun dan kopiah, yang digambarkan dalam ilustrasi kartun kita, adalah bukti nyata bahwa semangat belajar dan berkarya tak mengenal usia. Beliau menjadi software engineer bukan karena paksaan, tapi karena keinginan untuk terus relevan, bermanfaat, dan tidak berhenti berkarya meski usia telah senja.
Perjalanan Awal:
Sebelum mengenal komputer dan kode, beliau pernah menjadi guru madrasah, kemudian belajar mengetik di mesin ketik, hingga akhirnya tertarik dengan teknologi digital di awal 2000-an. Dengan tekun, beliau belajar dasar-dasar HTML, kemudian PHP, dan pada akhirnya menguasai berbagai framework seperti Laravel, serta mulai memahami logika Python dan pemrograman backend.
---
Bab 2: Tradisi dan Teknologi yang Berjalan Bersama
Yang membuat beliau unik bukan hanya kemampuan teknisnya, tetapi juga caranya menyandingkan nilai-nilai budaya dengan teknologi. Dalam setiap proyek yang beliau kerjakan, selalu ada prinsip:
Etika kerja islami, seperti kejujuran, amanah, dan kerja keras.
Gotong royong digital, dengan membimbing pemuda di kampungnya belajar coding.
Adab sebelum ilmu, bahkan saat membuat sistem berbasis machine learning, beliau tetap mengawali aktivitas dengan doa dan niat yang benar.
Di ruang kerja sederhananya, ada sajadah, laptop, kitab, dan segelas kopi. Di sinilah tradisi bertemu dengan modernitas.
---
Bab 3: Proyek-Project Inspiratif
Beberapa proyek yang beliau garap bersama anak muda kampung:
Aplikasi Kas Masjid Digital (AKMD): Sebuah sistem manajemen keuangan masjid yang memudahkan pengurus mencatat pemasukan dan pengeluaran secara transparan.
Platform Ngaji Online: Menghubungkan ustaz lokal dengan jamaah melalui streaming sederhana berbasis Laravel.
Sistem Pendataan Zakat dan Sedekah: Terintegrasi dengan QR code dan database realtime untuk distribusi zakat yang tepat sasaran.
Website Desa Digital: Untuk transparansi anggaran dan dokumentasi kegiatan desa.
Semua proyek ini bukan hanya inovatif, tapi juga mencerminkan nilai keikhlasan dan manfaat.
---
Bab 4: Software Engineer sebagai Guru Kehidupan
Selain mengajari cara ngoding, beliau juga dikenal sebagai guru kehidupan. Kalimat-kalimat bijaknya seperti:
> "Kode itu ibarat amal. Harus jelas niat dan struktur nya, agar manfaatnya sampai."
> "Debug itu mirip muhasabah. Temukan kesalahan, perbaiki dengan sabar."
Murid-muridnya merasa belajar bersama beliau bukan hanya menjadi programmer yang andal, tapi juga menjadi manusia yang lebih baik.
---
Bab 5: Rintangan, Kritik, dan Tekad
Menjadi software engineer di usia tua tentu bukan tanpa tantangan:
Fisik tak sekuat dulu, tapi semangat mengalahkan lelah.
Pandangan sinis dari beberapa orang yang meremehkan kemampuannya.
Ketertinggalan teknologi yang terus berkembang.
Namun semua itu beliau hadapi dengan tawakal dan disiplin. Ia percaya bahwa manusia diciptakan untuk terus belajar, selama masih diberi napas.
---
Bab 6: Filosofi Hidup dalam Baris Kode
Setiap coding bagi beliau bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan ibadah dan pengabdian. Prinsipnya:
Clean Code = Hati yang bersih
Modular System = Kehidupan yang terstruktur
Backup = Tawakal setelah ikhtiar
Dengan prinsip ini, ia mengajak generasi muda tidak hanya mengejar skill, tapi juga makna dalam setiap pekerjaan mereka.
---
Bab 7: Pengaruh terhadap Komunitas Lokal
Di kampung tempat tinggalnya, beliau menjadi pionir gerakan literasi digital. Ia membuka:
Kelas Gratis Coding Setiap Jumat Sore
Mentoring Pembuatan Website UMKM
Bantuan untuk membuat CV digital bagi anak-anak muda pencari kerja
Anak-anak kampung pun menyebutnya "Kyai Coding" atau "Kakek Digital".
---
Bab 8: Peran di Masa Depan
Beliau sedang merintis:
Pusat Pembelajaran Digital Terpadu untuk pesantren dan desa-desa terpencil.
Aplikasi Dakwah Interaktif, hasil kolaborasi dengan anak dan cucunya yang juga developer.
Open Source untuk Komunitas Religius yang bisa dimodifikasi oleh siapa saja.
Visinya adalah "Teknologi untuk Keberkahan", bukan hanya keuntungan.
---
Bab 9: Kolaborasi dengan PT Surabaya Solusi Integrasi
PT Surabaya Solusi Integrasi tertarik mengangkat kisah beliau ke dalam proyek:
"Engineer Legacy": Sebuah program mentoring antargenerasi antara engineer senior dan junior.
"Digitalisasi Warisan Lokal": Mengubah naskah-naskah kuno dan khazanah lokal menjadi arsip digital.
"Smart Village Platform": Teknologi untuk mengelola desa dengan kearifan lokal berbasis teknologi.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menyatukan tradisi dan inovasi dalam satu langkah besar menuju masa depan yang inklusif.
---
Bab 10: Penutup – Inspirasi dari Seorang Software Engineer Sepuh
Di tengah gemerlap dunia startup, teknologi canggih, dan arus digital yang deras, kisah software engineer sepuh ini hadir sebagai pengingat bahwa:
Teknologi bisa bersanding dengan tradisi.
Kebijaksanaan adalah kekuatan dalam coding.
Usia bukanlah batas untuk berkontribusi.
Beliau bukan hanya seorang teknolog, tetapi juga teladan kehidupan. Ia adalah pengingat bahwa manusia tak hanya hidup untuk bekerja, tapi juga untuk mewariskan kebaikan, ilmu, dan keberkahan.
---
Tentang Penulis
Artikel ini didedikasikan oleh tim kreatif dari blog mrsteckling2012.blogspot.com bekerja sama dengan PT Surabaya Solusi Integrasi, sebagai bentuk penghargaan terhadap sosok inspiratif dalam dunia teknologi Indonesia.
---