---
Prabowo Buka-bukaan: Kerugian Indonesia Akibat Judi Online Capai Rp134 Triliun
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara secara tegas terkait maraknya praktik judi online (judol) yang kian meresahkan masyarakat. Dalam keterangannya di Istana Negara, Prabowo mengungkapkan bahwa kerugian ekonomi nasional akibat judi online diperkirakan mencapai Rp134 triliun setiap tahunnya — angka fantastis yang disebutnya sebagai "darurat moral dan ekonomi bangsa."
Kerugian Besar, Dampak Sosial Luar Biasa
Menurut Prabowo, dampak judi online tidak hanya menghancurkan ekonomi individu, tetapi juga mengguncang stabilitas sosial masyarakat. "Bayangkan, Rp134 triliun itu hilang sia-sia. Uang rakyat yang seharusnya bisa digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan membangun masa depan justru menguap di dunia maya," ujarnya dengan nada tegas.
Ia menambahkan, sebagian besar korban berasal dari kalangan menengah ke bawah, termasuk pekerja harian, mahasiswa, bahkan ibu rumah tangga. Judi online dianggap berbahaya karena kemudahannya diakses — hanya dengan satu ponsel dan koneksi internet, seseorang bisa kecanduan dalam hitungan hari.
"Judi online ini racun digital. Sekali masuk, sulit keluar. Ini sudah bukan lagi sekadar pelanggaran hukum, tapi bencana sosial," lanjutnya.
---
Instruksi Presiden: Perang Total Melawan Judi Online
Dalam rapat terbatas bersama kementerian dan lembaga terkait, Prabowo menginstruksikan perang total terhadap jaringan judi online, termasuk upaya penelusuran dana hingga ke luar negeri. Ia memerintahkan Kementerian Kominfo, Polri, dan PPATK untuk bersinergi menutup situs, membekukan rekening, serta menelusuri aliran uang yang mencurigakan.
Pemerintah, katanya, tidak akan segan menindak tegas oknum yang terbukti melindungi bisnis haram ini, baik dari unsur sipil maupun aparat. "Tidak ada toleransi. Judi online merusak generasi muda dan menghancurkan keluarga Indonesia," kata Prabowo.
Ia juga menyinggung kemungkinan adanya keterlibatan sindikat internasional yang memanfaatkan celah regulasi dan lemahnya pengawasan siber di Indonesia. Karena itu, pemerintah berencana menggandeng Interpol serta otoritas siber negara lain untuk melakukan operasi lintas batas.
---
Rakyat Kecil Jadi Korban
Laporan PPATK memperkuat pernyataan Prabowo. Selama dua tahun terakhir, tercatat lebih dari 2,3 juta transaksi mencurigakan terkait judi online, dengan nilai transaksi mencapai ratusan triliun rupiah. Ironisnya, sebagian besar transaksi tersebut berasal dari rekening pribadi masyarakat kecil — petani, buruh, dan pekerja informal.
Seorang warga asal Bekasi yang menjadi korban menceritakan, ia kehilangan seluruh tabungannya sebesar Rp25 juta akibat tergiur bonus deposit judi online. "Awalnya iseng, lama-lama nagih. Sampai akhirnya semua uang habis," ujarnya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kecanduan digital dapat menghancurkan ekonomi rumah tangga, meningkatkan angka perceraian, dan bahkan memicu kejahatan baru seperti pencurian, pinjaman online ilegal, dan penipuan daring.
---
Solusi Jangka Panjang: Literasi Digital dan Penegakan Hukum
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya akan menutup situs-situs judi online, tetapi juga memperkuat pendidikan literasi digital di sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini, sebelum anak muda terjerat.
"Kita harus membangun benteng moral di dunia digital. Pendidikan, agama, dan keluarga menjadi kunci utama. Negara akan hadir untuk melindungi rakyat dari jebakan teknologi," ucapnya.
Sementara itu, Kemenkominfo melaporkan telah menutup lebih dari 1,4 juta situs judi online sejak awal 2023, namun situs-situs baru terus bermunculan dengan domain dan server yang berpindah cepat. Kondisi ini menunjukkan betapa masif dan adaptifnya jaringan pelaku di balik layar.
Untuk memperkuat penindakan, pemerintah sedang menyiapkan Satgas Nasional Anti Judi Online, yang akan beroperasi dengan sistem intelijen digital terpadu. Satgas ini akan melibatkan BNN, PPATK, OJK, Kominfo, dan kepolisian siber (Cyber Crime Polri).
---
Kerugian Bukan Hanya Uang, Tapi Masa Depan Bangsa
Lebih jauh, Prabowo menilai kerugian Rp134 triliun hanyalah puncak gunung es. Jika dihitung secara sosial dan moral, dampaknya jauh lebih luas: meningkatnya kemiskinan, rusaknya kepercayaan keluarga, hingga hilangnya produktivitas tenaga kerja nasional.
"Uang bisa dicari, tapi moral bangsa yang rusak sulit dipulihkan. Ini saatnya kita bergerak bersama," tegasnya.
Dalam penutup pidatonya, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa — pemerintah, aparat hukum, tokoh agama, dan masyarakat — untuk bersatu memerangi judi online. Ia menegaskan bahwa perang melawan kejahatan digital ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab moral seluruh rakyat Indonesia.
---
Penutup
Pernyataan terbuka Prabowo Subianto soal kerugian Rp134 triliun akibat judi online menjadi peringatan keras bagi bangsa tentang ancaman nyata ekonomi digital yang tidak terkendali. Pemerintah kini dihadapkan pada dua tantangan besar: menutup celah hukum dan memperkuat kesadaran moral masyarakat.
Jika tidak segera ditangani, judi online bisa menjadi "penyakit sosial" yang menggerogoti sendi-sendi bangsa dari dalam. Namun, dengan langkah tegas dan dukungan rakyat, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk keluar dari jebakan ini — menuju dunia digital yang lebih aman, sehat, dan bermartabat.
---