---
SEJARAH LENGKAP TIONGKOK: PERJALANAN 5.000 TAHUN PERADABAN DARI ZAMAN KUNO HINGGA ERA MODERN
---
Pendahuluan: Negeri Peradaban Panjang dan Kompleks
Tiongkok merupakan salah satu peradaban tertua dan paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Dengan rekam jejak yang terbentang lebih dari lima milenium, negara ini telah melalui berbagai fase: mulai dari kerajaan-kerajaan kuno, dinasti feodal yang kuat, masa perpecahan dan invasi, kejayaan intelektual dan budaya, revolusi besar, hingga kebangkitan modern sebagai kekuatan global. Artikel panjang ini akan menggali sejarah Tiongkok secara mendalam, dimulai dari zaman mitologis hingga menjadi negara raksasa ekonomi abad ke-21.
---
BAGIAN I: ASAL-USUL & PERADABAN AWAL (SEBELUM DINASTI)
1. Masa Mitologi dan Tiga Penguasa Besar
Sejarah awal Tiongkok penuh dengan mitologi yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat purba. Konsep Three Sovereigns and Five Emperors menempati posisi penting sebagai simbol peradaban awal.
Para Penguasa Mitologis:
Fuxi: Pencipta konsep keluarga, pernikahan, dan sistem penulisan awal.
Shennong: Dianggap bapak agrikultur dan pengobatan herbal.
Huangdi (Kaisar Kuning): Tokoh legendaris yang diyakini sebagai leluhur bangsa Tionghoa.
Meski tidak dapat dibuktikan secara arkeologis, mitos-mitos ini membentuk fondasi moral, budaya, dan identitas bangsa Tiongkok.
---
2. Kebudayaan Awal: Neolitikum Tiongkok
Sebelum lahirnya dinasti, daerah sepanjang Sungai Kuning dan Sungai Yangtze menjadi pusat kebudayaan Neolitikum yang berkembang sekitar 7000–3000 SM.
Kebudayaan Penting:
Yangshao (5000–3000 SM): dikenal dengan tembikar bercorak geometris.
Longshan (3000–1900 SM): perkembangan logam, pemukiman terstruktur, dan ritual formal.
Kemajuan teknologi seperti pengolahan perunggu, domestikasi hewan, dan pertanian padi serta gandum menjadi dasar bagi negara Tiongkok pertama.
---
BAGIAN II: ERA DINASTI AWAL
3. Dinasti Xia (2070–1600 SM): Dinasti Pertama
Dinasti Xia dianggap sebagai dinasti pertama, meski bukti arkeologisnya masih diperdebatkan.
Ciri-ciri penting Dinasti Xia:
Munculnya struktur politik terpusat.
Penerapan sistem irigasi besar-besaran.
Penguasanya yang terkenal: Yu the Great, yang mengendalikan banjir Sungai Kuning.
Dinasti Xia menandai perubahan besar dari masyarakat suku menjadi kerajaan.
---
4. Dinasti Shang (1600–1046 SM): Era Perunggu & Tulang Orakel
Dinasti Shang memiliki bukti sejarah paling jelas dalam bentuk situs Anyang dan tulang orakel, yang merupakan awal aksara Tionghoa.
Kemajuan Shang:
Teknologi perunggu tingkat tinggi.
Struktur militer yang kuat.
Sistem keagamaan berfokus pada leluhur (ancestor worship).
Dinasti Shang membentuk dasar budaya politik Tiongkok: kekuasaan ilahi, ritual negara, dan kerajaan yang terpusat.
---
5. Dinasti Zhou (1046–256 SM): Mandat Langit & Filsafat Besar
Dinasti Zhou menggulingkan Shang dan memperkenalkan konsep Mandate of Heaven (Mandat Langit), yakni legitimasi kekuasaan berdasarkan moralitas penguasa.
Masa Zhou Barat dan Timur
Zhou terbagi menjadi:
Zhou Barat (1046–771 SM): stabil dan kuat.
Zhou Timur (770–256 SM): melemah, terbagi menjadi dua era penting:
Periode Musim Semi & Gugur
Periode Negara-Negara Berperang
Kelahiran Filsafat Besar:
Periode inilah asal lahirnya:
Konfusianisme (Confucius)
Daoisme (Laozi)
Moisme (Mozi)
Legalism (Han Feizi)
Intelektualisme Zhou menjadi warisan terbesar dalam sejarah Tiongkok, membentuk perilaku sosial dan pemerintahan selama ribuan tahun.
---
BAGIAN III: PENYATUAN & DINASTI IMPERIAL
6. Dinasti Qin (221–206 SM): Penyatuan Tiongkok
Qin Shi Huang menjadi tokoh penting sebagai kaisar pertama yang menyatukan seluruh negara berperang.
Kontribusi Qin:
Standarisasi tulisan dan mata uang.
Pembangunan awal Tembok Besar.
Reformasi legalisme yang keras.
Meskipun berumur pendek, Dinasti Qin menentukan struktur negara Tiongkok hingga kini.
---
7. Dinasti Han (206 SM–220 M): Kejayaan Klasik
Dinasti Han dianggap sebagai salah satu era emas Tiongkok. Nama "Han" masih digunakan untuk menyebut mayoritas etnis Tionghoa: suku Han.
Keemasan Han:
Ekspansi Jalur Sutra (Silk Road) ke Asia Tengah.
Kemajuan astronomi, kedokteran, dan sastra.
Pemerintahan birokrasi berdasarkan ujian negara.
Pada masa Han, Tiongkok mulai dikenal sebagai kekuatan dunia kuno yang maju secara teknis dan ekonomis.
---
BAGIAN IV: MASA KEJAYAAN & PEMECAHAN
8. Tiga Kerajaan (220–280 M): Era Legendaris
Setelah runtuhnya Han, Tiongkok terpecah menjadi tiga negara:
Wei
Shu (Han Shu)
Wu
Periode ini terkenal lewat novel Romance of the Three Kingdoms, yang menjadi legenda budaya populer.
---
9. Enam Dinasti & Selatan-Utara (280–589 M)
Tiongkok mengalami periode panjang perpecahan politik namun kaya inovasi:
Penyebaran Buddha ke seluruh Tiongkok.
Seni patung Gua Longmen dan Yungang.
Interaksi kuat dengan suku-suku nomaden.
---
10. Dinasti Sui (581–618 M): Penyatuan Kembali
Dinasti Sui menyatukan Tiongkok kembali dan membangun Grand Canal, kanal terbesar di dunia yang menghubungkan utara dan selatan.
Walau hanya dua kaisar, Sui menjadi fondasi bagi kebesaran dinasti berikutnya.
---
11. Dinasti Tang (618–907 M): Zaman Keemasan Budaya
Tang dianggap sebagai salah satu puncak peradaban Tiongkok.
Keagungan Tang:
Kota Chang'an menjadi metropolis terbesar dunia.
Penyair besar seperti Li Bai dan Du Fu.
Perdagangan global yang luas hingga Arab dan Persia.
Keterbukaan terhadap budaya asing.
Dinasti Tang adalah simbol kosmopolitanisme Asia Timur.
---
12. Dinasti Song (960–1279 M): Revolusi Teknologi
Dinasti Song memperkenalkan inovasi luar biasa:
Penemuan bubuk mesiu.
Kompas magnetik.
Percetakan bergerak (movable type).
Ekonomi pasar yang dinamis.
Song juga terkenal sebagai masa kejayaan seni lukis dan keramik.
---
BAGIAN V: MASA MONGOL & MING
13. Dinasti Yuan (1271–1368 M): Kekuasaan Mongol
Didirikan oleh Kublai Khan, Yuan menjadi dinasti asing pertama yang menguasai seluruh Tiongkok.
Dampaknya:
Integrasi Tiongkok dalam Kekaisaran Mongol global.
Interaksi budaya yang lebih luas, termasuk kedatangan Marco Polo.
Rekonstruksi sistem administrasi.
Walau membawa stabilitas, Yuan dipandang keras dan menindas sehingga memicu pemberontakan.
---
14. Dinasti Ming (1368–1644 M): Restorasi & Kemegahan
Dinasti Ming mengembalikan kekuasaan bangsa Han.
Prestasi Ming:
Penyelesaian Tembok Besar bentuk final.
Ekspedisi maritim Laksamana Zheng He hingga Afrika Timur.
Kemajuan keramik biru-putih yang terkenal.
Ming berhasil memperkuat identitas nasional Tiongkok setelah masa Mongol.
---
BAGIAN VI: ERA MANCHU & RUNTUHNYA KEKAISARAN
15. Dinasti Qing (1644–1912 M): Dinasti Terakhir
Dinasti Qing dipimpin etnis Manchu dari utara.
Pencapaian:
Ekspansi wilayah terbesar dalam sejarah Tiongkok.
Populasi meningkat pesat.
Stabilitas politik pada era awal.
Namun kemudian…
Korupsi dalam birokrasi.
Perang Candu melawan Inggris.
Pemberontakan Taiping yang memakan puluhan juta jiwa.
Campur tangan asing yang kian meluas.
Dinasti Qing runtuh pada tahun 1912, mengakhiri 2.000 tahun pemerintahan kekaisaran.
---
BAGIAN VII: TIONGKOK MODERN AWAL
16. Republik Tiongkok (1912–1949): Masa Kekacauan
Setelah kejatuhan Qing, Tiongkok memasuki era republik yang penuh pergolakan.
Tantangan:
Warlordism (kekuasaan panglima perang).
Invasi Jepang (Perang Tiongkok–Jepang Kedua).
Perang Saudara antara nasionalis (Kuomintang) dan komunis.
Perpecahan politik ini mendorong perubahan besar pada struktur masyarakat Tiongkok.
---
BAGIAN VIII: TIONGKOK KOMUNIS
17. Republik Rakyat Tiongkok (1949–sekarang): Lahirnya Era Baru
Pada 1 Oktober 1949, Mao Zedong memproklamasikan berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Prioritas awal Mao:
Reformasi tanah.
Industrialisasi cepat.
Sentralisasi kekuasaan.
Namun tidak semua kebijakan Mao berhasil.
---
18. Masa Mao Zedong: Revolusi dan Eksperimen Besar
a. The Great Leap Forward (1958–1962)
Program ini bertujuan mempercepat industrialisasi, tetapi hasil buruk menyebabkan kelaparan besar.
b. Revolusi Kebudayaan (1966–1976)
Gerakan besar untuk menghapus "elemen kontra-revolusioner", namun menimbulkan kekacauan sosial, hilangnya budaya, dan penderitaan jutaan rakyat.
c. Dampak Era Mao
Tiongkok menjadi negara yang bersatu.
Pembangunan dasar industri.
Namun dengan kerugian sosial dan ekonomi sangat besar.
---
BAGIAN IX: REFORMASI & KEBANGKITAN GLOBAL
19. Era Deng Xiaoping (1978–1992): Reformasi Ekonomi
Deng Xiaoping meluncurkan reformasi besar yang mengubah Tiongkok menjadi pusat ekonomi dunia.
Kebijakan penting:
Ekonomi pasar sosialis.
Zona Ekonomi Khusus (Shenzhen).
Buka pintu investasi asing.
Hasilnya luar biasa: ratusan juta orang terangkat dari kemiskinan.
---
20. Jiang Zemin & Hu Jintao (1992–2012): Modernisasi Berlanjut
Pada era ini:
Tiongkok masuk WTO (2001).
Pertumbuhan ekonomi mencapai dua digit.
Ekspansi industri manufaktur global.
Tiongkok menjadi "pabrik dunia".
---
21. Era Xi Jinping (2012–sekarang): Kebangkitan Global
Xi Jinping membawa Tiongkok pada posisi strategis dunia.
Program utama:
Belt and Road Initiative (BRI).
Penguatan militer PLA.
Teknologi tinggi: AI, 5G, EV, luar angkasa.
Sentralisasi kontrol partai.
Tiongkok kini menjadi kekuatan global yang menantang dominasi Amerika Serikat.
---
BAGIAN X: KEBUDAYAAN, FILSAFAT, DAN IDENTITAS
22. Filsafat Besar Tiongkok
Warisan intelektual Tiongkok mencakup:
Konfusianisme: etika, keluarga, moral.
Daoisme: harmoni dengan alam.
Buddhisme Tiongkok.
Filsafat ini membentuk masyarakat Tiongkok hingga kini.
---
23. Bahasa & Tulisan
Bahasa Mandarin memiliki aksara logografis yang bertahan lebih dari 3000 tahun. Struktur bahasanya membentuk cara pikir kolektif.
---
24. Kuliner Tiongkok
Empat tradisi besar:
Kanton
Sichuan
Beijing
Jiangsu–Zhejiang
Setiap daerah memiliki cita rasa khas, dari pedas membara hingga lembut dan aromatik.
---
25. Ilmu Pengetahuan & Penemuan Besar
Tiongkok dikenal memiliki "Empat Penemuan Besar":
Kertas
Percetakan
Bubuk mesiu
Kompas
Selain itu, matematika, astronomi, dan kedokteran tradisional juga berkembang kuat.
---
BAGIAN XI: TIONGKOK DI ERA GLOBAL
26. Ekonomi Global
Tiongkok kini:
Ekonomi terbesar kedua dunia.
Pemilik jaringan manufaktur terbesar.
Pemimpin industri EV dan panel surya.
---
27. Militer & Geopolitik
PLA kini memiliki:
Armada laut terbesar dunia.
Program antariksa maju.
Ambisi geopolitik seperti Taiwan dan Laut Cina Selatan.
---
28. Sosial Politik Modern
Sistem politik Tiongkok menekankan stabilitas, kontrol, dan pembangunan. Partai Komunis menjadi pusat kekuasaan.
---
PENUTUP
Sejarah Tiongkok adalah perjalanan panjang dari peradaban kuno, kekaisaran feodal, perpecahan, kejayaan budaya, invasi asing, revolusi radikal, hingga kebangkitan sebagai kekuatan global modern. Kisah ini bukan hanya milik 1,4 miliar penduduknya, tetapi juga mempengaruhi dunia: ekonomi, teknologi, budaya, seni, hingga geopolitik.
Dengan memahami sejarah lengkap Tiongkok, kita bisa memahami bagaimana sebuah peradaban bisa bertahan, berubah, jatuh, bangkit, lalu berdiri kembali sebagai salah satu pilar utama dunia abad ke-21.
---