Parkiran Penuh di Sekitar Terminal Bungurasih: Dari Mana Asal Penggunanya? Pekerja Harian, Mingguan, Bulanan, atau Semua?
Pendahuluan
Terminal Purabaya atau yang lebih populer disebut Terminal Bungurasih merupakan salah satu terminal tersibuk di Indonesia. Lokasinya berada di perbatasan Surabaya–Sidoarjo, menjadi simpul transportasi terbesar di Jawa Timur. Setiap hari, ratusan bus AKAP, AKDP, shuttle, hingga transportasi online keluar masuk, melayani puluhan ribu penumpang dari berbagai daerah.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir muncul satu fenomena yang semakin terasa oleh warga Surabaya–Sidoarjo maupun para pengguna transportasi umum: parkiran di sekitar Terminal Bungurasih selalu penuh. Lahan yang ada seperti tidak lagi mampu menampung membludaknya kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah:
Siapa sebenarnya pengguna parkiran yang memenuhi area sekitar terminal?
Apakah mereka pekerja harian, yang setiap hari bekerja di sekitar terminal?
Ataukah pekerja mingguan yang pulang pergi beberapa hari sekali?
Atau justru parkir bulanan, mereka yang sengaja memarkirkan kendaraannya untuk jangka panjang?
Atau kenyataannya, ketiga kategori ini digabung menjadi satu?
Artikel pilar 5.000 kata ini akan membahas fenomena tersebut secara mendalam, analitis, dan komprehensif, mulai dari faktor penyebab, kategori pengguna parkir, hingga solusi jangka panjang. Artikel ini dirancang khusus agar dapat menjadi referensi lengkap bagi pembaca, pengambil kebijakan, maupun pihak yang ingin memahami lebih detail situasi parkiran di salah satu pusat mobilitas terbesar di Jawa Timur.
---
BAB 1 – Gambaran Umum Terminal Bungurasih
1.1 Terminal Tersibuk di Jawa Timur
Terminal Bungurasih adalah terminal tipe A yang melayani penumpang dari seluruh wilayah Indonesia bagian barat hingga timur. Dengan rata-rata 25.000–30.000 penumpang per hari, terminal ini tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi.
Di dalam area terminal terdapat:
lapak UMKM,
pusat makanan,
loket bus,
boarding gate,
halte angkutan kota/suroboyo bus,
area shuttle travel,
tempat cuci bus,
depo gas,
kantin karyawan,
hingga tempat transit kru bus.
Jumlah aktivitas yang tinggi ini membuat kebutuhan parkir menjadi sangat besar.
1.2 Kondisi Geografis yang Unik
Letaknya berada tepat di perbatasan Surabaya–Sidoarjo. Hal ini menjadikannya:
akses utama masuk kota,
titik pertemuan berbagai moda transportasi,
dan tempat transit pekerja dari luar kota.
Karena itu, kawasan sekitar terminal bukan hanya pusat lalu lintas penumpang, tetapi juga kawasan kerja, perdagangan, dan aktivitas harian.
1.3 Volume Kendaraan yang Keluar Masuk
Selain kendaraan umum seperti bus, terdapat ribuan kendaraan pribadi yang masuk ke area terminal. Bahkan sebelum pandemi, angka ini meningkat secara signifikan setiap tahun.
Kendaraan-kendaraan tersebut meliputi:
Mobil antar-jemput penumpang
Kendaraan pribadi pekerja terminal
Mobil travel online
Gojek/Grab
Angkutan umum
Mobil kru bus
Mobil parkir menginap
Dengan tingginya volume kendaraan ini, tidak mengherankan jika lahan parkir selalu terlihat penuh.
---
BAB 2 – Mengapa Parkiran Selalu Penuh?
2.1 Volume Penumpang Sangat Tinggi
Dengan puluhan ribu penumpang per hari, setiap 1.000 penumpang saja dapat mendatangkan minimal 200–300 kendaraan pribadi. Jika dikalikan 20.000–30.000 penumpang per hari, maka jumlah kendaraan yang masuk bisa mencapai ribuan.
2.2 Banyak Pekerja di Kawasan Sekitar Terminal
Bungurasih bukan hanya terminal. Di sekitarnya ada:
hotel,
depot bus,
pergudangan,
warung,
ruko,
mini market,
bengkel,
kantor agen bus.
Semua pekerja tersebut membutuhkan parkir harian.
2.3 Banyak Mobil Menginap
Terminal Bungurasih menyediakan layanan parkir menginap dengan tarif tertentu.
Pengguna parkir menginap ini salah satunya adalah:
penumpang yang bepergian 2–7 hari,
pekerja luar kota,
keluarga yang menjemput/menunggu penumpang,
orang yang sengaja menyimpan mobil untuk sementara waktu.
Parkir menginap menyebabkan banyak slot parkir terisi selama 24–72 jam.
2.4 Kru Bus Tinggal di Terminal
Karena Terminal Bungurasih adalah titik awal keberangkatan banyak bus, banyak kru bus:
sopir,
kernet,
kondektur,
yang tidur atau beristirahat di area terminal. Tidak jarang mereka juga parkir kendaraan pribadinya selama bekerja.
2.5 Keberadaan Parkir Liar
Di sekitar Terminal Bungurasih banyak muncul parkir milik warga atau pengelola tidak resmi. Parkir nasional ini sering menampung kendaraan:
bulanan,
mingguan,
atau sengaja dititipkan jangka panjang.
Karena lebih murah, parkiran liar sering penuh oleh pengguna yang lama meninggalkan kendaraannya.
---
BAB 3 – Kategori Pengguna Parkir di Terminal Bungurasih
3.1 Pengguna Parkir Harian
Ini adalah pengguna yang parkir 4–12 jam sehari. Biasanya:
1. Pekerja Terminal
petugas kebersihan,
petugas loket,
polisi, Dishub,
penjaga kios,
pedagang kaki lima,
pegawai restoran.
Mereka datang pagi, pulang sore.
2. Pekerja di Luar Terminal
Kawasan sekitar terminal punya puluhan toko dan ruko. Karyawan-karyawan ini juga parkir harian.
3. Pengguna Transportasi Online
Driver ojek online dan mobil online juga sering parkir sambil menunggu order.
---
3.2 Pengguna Parkir Mingguan
Kategori ini lebih besar dari yang dibayangkan. Contohnya:
1. Penumpang Bus Mingguan
Banyak pekerja luar kota seperti:
pekerja offshore,
karyawan manufaktur,
pekerja tambang,
guru luar kota,
yang bepergian seminggu sekali atau dua minggu sekali.
2. Kru Bus AKAP
Kru bus yang jadwalnya pulang-pergi antar kota biasanya pulang setelah 5–7 hari bekerja.
3. Travel Reguler
Ada juga penumpang travel reguler dan bus malam yang meninggalkan mobil 2–3 hari.
---
3.3 Pengguna Parkir Bulanan
Ini kategori yang paling sering membuat parkiran penuh karena durasinya panjang.
Siapa saja?
1. Pekerja dari Luar Kota
Mereka yang bekerja di Surabaya–Sidoarjo tetapi tinggal jauh (Kediri, Madiun, Tuban, Bali) terkadang memilih meninggalkan kendaraan di parkiran selama sebulan penuh.
2. Warga yang Menitipkan Kendaraan
Karena merasa aman, beberapa orang memilih parkir bulanan di terminal sebagai tempat penitipan kendaraan.
3. Pemilik Kendaraan yang Sedang Dinas Panjang
Orang yang dinas luar kota 2–4 minggu sering menitipkan mobil di sekitar terminal.
4. Pengguna Parkiran Liar Bulanan
Parkir liar justru sering menjadi tempat penitipan bulanan yang paling banyak diminati.
---
BAB 4 – Masalah yang Timbul
Parkiran penuh menimbulkan berbagai dampak:
4.1 Macet di Jalan Akses Terminal
Karena banyak kendaraan keluar masuk parkiran liar dan resmi.
4.2 Ruang Terbatas untuk Penumpang
Parkir penumpang yang seharusnya singkat menjadi sulit karena terhalang kendaraan yang menginap.
4.3 Meningkatnya Risiko Keamanan
Parkir liar sering tidak memiliki:
CCTV,
sistem penjagaan,
perlindungan hukum.
Namun tetap penuh.
4.4 Potensi Kebocoran Retribusi
Parkir liar membuat pendapatan resmi terminal berkurang.
---
BAB 5 – Solusi Jangka Panjang
1. Perluasan Lahan Parkir Resmi
Terminal harus memperluas dan mengembangkan lahan parkir bertingkat.
2. Pemisahan Zona Parkir
Zona harian
Zona menginap 24 jam
Zona bulanan
Zona khusus kru bus
3. Digitalisasi Sistem Parkir
Dengan:
e-ticket,
QR code,
tarif otomatis,
kamera ANPR,
agar kendaraan jangka panjang tetap terdata.
4. Penertiban Parkir Liar
Harus dilakukan bersama Dishub, Satpol PP, dan Kepolisian.
5. Penyediaan Shuttle Internal
Dari parkir luar terminal ke terminal utama.
---
Penutup
Fenomena parkiran penuh di Terminal Bungurasih bukanlah isu sederhana. Penggunanya beragam dan kompleks, mulai dari pekerja harian, mingguan, hingga bulanan. Karena terminal menjadi pusat mobilitas dan ekonomi, maka kebutuhan parkir sangat besar dan terus meningkat.
Solusinya harus mencakup:
penataan ulang,
kebijakan zonasi,
digitalisasi,
perluasan lahan,
dan penertiban parkir liar.
Dengan memahami siapa saja penggunanya, kita dapat melihat bahwa masalah parkir adalah bagian penting dari sistem transportasi yang lebih besar di kawasan Surabaya–Sidoarjo.
---