Kapolres Tulungagung Menghadiri Kegiatan Apel Hari Santri Nasional ke-11



---

Kapolres Tulungagung Menghadiri Kegiatan Apel Hari Santri Nasional ke-11

Tulungagung – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 tahun 2025, jajaran Forkopimda Kabupaten Tulungagung menggelar apel besar di Alun-Alun Tulungagung, Selasa pagi (22/10/2025). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan, dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, santri, serta tokoh agama. Salah satu yang turut hadir dalam acara tersebut adalah Kapolres Tulungagung AKBP [Nama Kapolres saat ini], yang datang bersama jajaran perwira Polres Tulungagung.

Kehadiran Kapolres sebagai Bentuk Dukungan terhadap Dunia Pesantren

Dalam kesempatan itu, Kapolres Tulungagung menyampaikan bahwa kehadirannya bersama jajaran kepolisian merupakan wujud dukungan terhadap santri dan lembaga pesantren yang selama ini memiliki peran besar dalam membentuk karakter bangsa. Ia menegaskan bahwa santri bukan hanya simbol religiusitas, tetapi juga penjaga nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme.

> "Santri adalah benteng moral bangsa. Mereka telah membuktikan bahwa semangat cinta tanah air dan keikhlasan berjuang demi NKRI tidak pernah pudar. Polisi bersama santri akan terus bersinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan bangsa," ujar Kapolres dalam sambutannya.



Pernyataan tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dari para peserta apel, terutama dari kalangan santri yang hadir dengan pakaian khas sarung dan peci.

Tema Hari Santri 2025: "Santri Jaga NKRI, Santri Hebat, Indonesia Kuat"

Peringatan Hari Santri Nasional ke-11 tahun ini mengusung tema "Santri Jaga NKRI, Santri Hebat, Indonesia Kuat." Tema tersebut menggambarkan tekad kuat kalangan santri untuk terus berkontribusi dalam menjaga keutuhan bangsa serta memperkuat fondasi moral dan spiritual di tengah tantangan zaman modern.

Dalam apel tersebut, para santri dari berbagai pondok pesantren di Tulungagung tampil dengan beragam atraksi dan kegiatan yang sarat makna. Mulai dari drumband santri, pembacaan ikrar santri, hingga doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara.

Sinergi Santri dan Aparat Keamanan

Kapolres Tulungagung juga menekankan pentingnya sinergi antara santri dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas sosial di masyarakat. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membina generasi muda agar tidak mudah terpengaruh paham radikal atau berita hoaks yang dapat memecah belah bangsa.

> "Kami ingin terus bersinergi dengan pondok pesantren. Polisi siap mendukung kegiatan positif di kalangan santri, termasuk pendidikan karakter, kegiatan sosial, dan pembinaan generasi muda agar menjadi pelopor kedamaian," tambahnya.



Selain itu, Kapolres juga mengapresiasi kegiatan "Santri Cinta Damai" yang rutin digelar setiap tahun oleh sejumlah pondok pesantren di Tulungagung sebagai bentuk kampanye toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Rangkaian Kegiatan Hari Santri di Tulungagung

Selain apel besar, peringatan Hari Santri Nasional di Tulungagung juga dimeriahkan dengan pawai obor, kirab santri, dan lomba hadrah antar pesantren. Kegiatan tersebut berlangsung sejak malam sebelumnya dan diikuti oleh ribuan santri dari berbagai lembaga pendidikan Islam, mulai dari tingkat madrasah hingga pondok pesantren besar di wilayah kabupaten tersebut.

Bupati Tulungagung dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya terhadap kontribusi besar santri bagi pembangunan daerah. Ia menilai, keberadaan pesantren telah menjadi pilar pendidikan moral dan sosial yang tak tergantikan, bahkan menjadi bagian penting dalam mencetak generasi yang beriman, cerdas, dan berjiwa nasionalis.

Apresiasi dan Pesan untuk Para Santri

Di akhir acara, Kapolres Tulungagung memberikan piagam penghargaan simbolik kepada perwakilan santri yang berprestasi di bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Ia berharap agar semangat Hari Santri tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

> "Santri zaman sekarang harus adaptif, paham teknologi, dan tetap berpegang pada nilai-nilai akhlak. Dengan begitu, mereka bisa menjadi pionir dalam membawa perubahan positif di masyarakat," tegasnya.



Tak lupa, Kapolres juga mengajak seluruh santri untuk bersama-sama memerangi penyebaran berita palsu, ujaran kebencian, serta bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Makna Hari Santri bagi Masyarakat Tulungagung

Peringatan Hari Santri Nasional ke-11 ini bukan hanya menjadi momen bagi kalangan pesantren, tetapi juga seluruh masyarakat Tulungagung untuk menghargai perjuangan para ulama dan santri yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sejarah mencatat, resolusi jihad yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 menjadi tonggak lahirnya Hari Santri.

Kini, semangat tersebut dihidupkan kembali oleh para santri modern yang berperan aktif di berbagai sektor, baik pendidikan, sosial, hingga teknologi.

Penutup

Kehadiran Kapolres Tulungagung dalam Apel Hari Santri Nasional ke-11 menjadi bukti nyata dukungan aparat kepolisian terhadap peran penting pesantren dan santri dalam menjaga harmoni sosial dan keamanan bangsa. Melalui sinergi antara aparat keamanan dan santri, diharapkan tercipta lingkungan masyarakat yang aman, damai, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

Hari Santri bukan sekadar perayaan, melainkan pengingat akan tanggung jawab bersama untuk meneruskan perjuangan para pendahulu yang berjuang demi tegaknya NKRI dengan semangat keikhlasan, cinta tanah air, dan keteguhan iman.


---


PT SURABAYA SOLUSI INTEGRASI

PT SURABAYA SOLUSI INTEGRASI - JUAL BELI BLOG - JUAL BLOG UNTUK KEPERLUAN DAFTAR ADSENSE - BELI BLOG BERKUALITAS - HUBUNGI KAMI SEGERA

Post a Comment

Support By Yahoo!
Support By Bing

Previous Post Next Post