🌾 Jangan Merasa Down Melihat Kesuksesan Duniawi Orang Lain
Di era sekarang, di mana media sosial menampilkan begitu banyak pencapaian dan kebahagiaan orang lain, sangat mudah bagi kita merasa minder, sedih, bahkan kehilangan semangat hidup. Melihat teman sebaya sudah sukses, punya pekerjaan mapan, rumah sendiri, atau bahkan keluarga bahagia — terkadang membuat hati terasa kecil dan muncul pertanyaan: "Kenapa hidupku tidak seperti mereka?"
Namun, Islam mengajarkan kita untuk tidak terjebak dalam perbandingan duniawi. Sebab, hidup ini bukan perlombaan mencari siapa yang paling kaya, paling populer, atau paling cepat mencapai mimpi, melainkan siapa yang paling sabar, paling ikhlas, dan paling dekat dengan Allah SWT.
🌸 1. Setiap Orang Punya Jalan Hidup yang Berbeda
Hidup bukan kompetisi, tapi perjalanan. Setiap orang memiliki takdir dan waktu terbaiknya masing-masing. Ada yang diberi kesuksesan di usia muda, ada yang baru menemukan kebahagiaan di masa tua. Allah SWT telah menuliskan jalan hidup setiap hamba dengan penuh keadilan dan kasih sayang.
Allah berfirman:
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang Allah karuniakan kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain..."
(QS. An-Nisa': 32)
Ayat ini menenangkan hati kita. Tidak perlu iri atau merasa tertinggal, karena Allah tahu kapan waktu terbaik untuk memberi. Bisa jadi kita belum diberi kesuksesan dunia karena Allah sedang mempersiapkan kita agar lebih siap menerimanya, atau karena Allah ingin memberi sesuatu yang jauh lebih baik dari sekadar dunia.
Ketika kita menyadari hal ini, hati menjadi lebih lapang. Kita berhenti membandingkan diri dengan orang lain, dan mulai fokus memperbaiki diri sendiri.
🌿 2. Dunia Hanyalah Ujian, Bukan Tujuan
Kesuksesan duniawi sering terlihat mengagumkan dari luar, tetapi di baliknya bisa jadi tersimpan beban dan ujian yang tidak kita ketahui. Ada orang yang hartanya berlimpah, namun hatinya gundah. Ada yang kariernya gemilang, namun rumah tangganya retak.
Allah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu.
"Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga, dan berlomba dalam kekayaan serta anak keturunan..."
(QS. Al-Hadid: 20)
Ayat ini seolah menyadarkan kita untuk tidak terlalu terpukau dengan gemerlap dunia. Sebab, dunia hanyalah tempat singgah sementara. Semua yang kita miliki—harta, jabatan, bahkan orang-orang yang kita cintai—suatu hari akan kita tinggalkan.
Yang abadi hanyalah amal baik yang kita lakukan dan cinta kita kepada Allah SWT.
🌼 3. Lomba yang Sebenarnya: Mencari Rida Allah
Sering kali kita lupa, bahwa Allah tidak memerintahkan kita untuk berlomba dalam urusan dunia. Kita justru diperintahkan untuk berlomba dalam kebaikan dan mencari ampunan-Nya.
Allah SWT berfirman:
"Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya..."
(QS. Al-Hadid: 21)
Inilah "perlombaan" yang sesungguhnya. Bukan siapa yang lebih kaya, tapi siapa yang lebih banyak bersyukur. Bukan siapa yang paling populer, tapi siapa yang paling ikhlas.
Sebab, di sisi Allah, ukuran kemuliaan seseorang bukan harta atau status sosial, melainkan ketakwaannya.
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa."
(QS. Al-Hujurat: 13)
Jadi, ketika kita melihat orang lain sukses, jangan iri. Jadikan itu motivasi untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal saleh. Karena setiap langkah menuju kebaikan, sekecil apa pun, akan bernilai besar di sisi Allah.
🌻 4. Syukur Adalah Obat dari Hati yang Iri
Rasa iri muncul karena kita fokus pada apa yang tidak kita miliki, bukan pada apa yang sudah kita punya.
Padahal, setiap hari Allah memberikan begitu banyak nikmat yang sering kita abaikan: kesehatan, waktu luang, udara segar, kemampuan berpikir, dan kasih sayang dari orang-orang terdekat.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."
(QS. Ibrahim: 7)
Syukur bukan hanya ucapan "Alhamdulillah", tetapi juga perasaan tulus menerima segala ketetapan Allah, baik yang menyenangkan maupun yang sulit.
Orang yang bersyukur akan selalu bahagia, karena ia melihat hidupnya dengan mata keimanan, bukan dengan kacamata dunia.
Cara paling mudah untuk belajar bersyukur adalah dengan melihat orang yang hidupnya lebih sulit daripada kita. Rasulullah SAW bersabda:
"Lihatlah orang yang berada di bawahmu, dan jangan melihat orang yang berada di atasmu. Hal itu lebih patut agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu."
(HR. Muslim)
Ketika kita mulai membandingkan diri dengan orang yang lebih "tinggi", kita kehilangan rasa cukup. Tapi ketika kita menunduk dan melihat orang yang lebih kekurangan, kita akan menemukan alasan untuk berterima kasih setiap hari.
🌷 5. Allah Memberi Rezeki Sesuai Kebutuhan, Bukan Keinginan
Setiap manusia memiliki kadar rezekinya masing-masing. Ada yang diberi banyak harta, tapi sedikit waktu luang. Ada yang rezekinya sederhana, tapi hidupnya penuh kedamaian.
Allah memberi dengan bijaksana, bukan sembarangan. Karena Dia tahu apa yang benar-benar kita butuhkan.
"Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (akan hamba-hamba-Nya)."
(QS. Al-Isra': 30)
Jadi, jangan merasa sedih jika hidup kita belum seperti yang kita impikan. Bisa jadi Allah sedang menunda sesuatu untuk melindungi kita.
Kadang, apa yang kita anggap sebagai kekurangan ternyata adalah bentuk kasih sayang Allah agar kita tidak lalai dan tetap dekat kepada-Nya.
🌺 6. Kesuksesan Hakiki: Saat Allah Ridha
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian."
(HR. Muslim)
Dari hadis ini, jelas bahwa kesuksesan sejati bukan diukur dari seberapa tinggi jabatan atau seberapa besar gaji, tapi dari seberapa tulus kita menjalani hidup dengan niat karena Allah.
Orang yang sukses di mata Allah adalah orang yang tetap beriman ketika diuji, tetap sabar ketika kecewa, dan tetap bersyukur ketika diberi nikmat.
Hidup yang sederhana, tapi penuh rasa syukur dan ketenangan, jauh lebih bernilai daripada kehidupan glamor tanpa keberkahan.
🌸 7. Kunci Ketenangan: Ridha dengan Takdir Allah
Salah satu sebab utama seseorang merasa "down" adalah karena tidak menerima takdirnya. Ia merasa hidupnya tidak adil, menganggap Allah pilih kasih, dan lupa bahwa setiap ujian selalu mengandung rahmat tersembunyi.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu pun baik baginya."
(HR. Muslim)
Hadis ini adalah resep kebahagiaan sejati. Dengan ridha dan sabar, hati menjadi tenang dalam segala keadaan. Tidak mudah iri, tidak mudah gelisah, karena tahu bahwa semua yang terjadi sudah diatur oleh Allah dengan penuh kasih.
🌾 8. Gunakan Waktu untuk Berbenah Diri
Daripada sibuk memikirkan kehidupan orang lain, lebih baik kita fokus memperbaiki diri. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.
Mulailah dari hal-hal kecil: memperbaiki salat, memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, dan berbuat baik kepada sesama.
Perlahan tapi pasti, kita akan merasakan perubahan. Hati menjadi lebih tenang, hidup terasa lebih ringan, dan langkah terasa lebih bermakna.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain."
(HR. Ahmad)
Jadi, ukuran kesuksesan bukan lagi tentang seberapa besar kita mendapat, tapi seberapa banyak kita memberi.
🌼 9. Jangan Lupa: Allah Selalu Melihat Perjuanganmu
Kadang kita merasa lelah karena merasa tidak ada yang menghargai usaha kita. Tapi ketahuilah, setiap tetes keringat, setiap air mata, dan setiap doa yang kau panjatkan tidak pernah sia-sia di sisi Allah.
"Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya."
(QS. An-Najm: 39)
Selama kita terus berusaha dan bertawakal, hasilnya akan datang pada waktu yang paling tepat. Allah tidak pernah lalai dari janji-Nya. Ia melihat perjuanganmu, bahkan ketika dunia tidak melihat.
🌻 10. Penutup: Fokuslah pada Akhirat, Dunia Akan Mengikutimu
Ketika hati kita dipenuhi dengan cinta kepada Allah, dunia akan datang dengan sendirinya. Tapi jika kita mengejar dunia, hati tak akan pernah puas.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan menjadikan hatinya kaya, urusannya dimudahkan, dan dunia akan datang kepadanya dengan tunduk. Tapi barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan menjadikan hatinya miskin, urusannya berantakan, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan."
(HR. Tirmidzi)
Maka, fokuslah pada akhirat, perbanyak amal kebaikan, dan percayalah—ketika Allah sudah ridha, dunia pun akan berpihak kepadamu dengan cara yang tak terduga.
🌸 Kesimpulan
Jangan pernah merasa down melihat kesuksesan duniawi orang lain. Sebab, Allah tidak menilai dari seberapa tinggi pencapaian dunia kita, melainkan seberapa tulus niat kita dan seberapa dekat kita kepada-Nya.
Syukuri setiap nikmat yang sudah ada, sabari setiap ujian, dan tetaplah berbuat baik di setiap kesempatan.
Hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai di puncak, tapi siapa yang paling istiqamah menapaki jalan menuju rida Allah.
"Dan Allah mempunyai karunia yang besar."
(QS. Al-Hadid: 21)