Cerita Kerja Servis Lift Barang Dua Lantai di Surabaya

Cerita Kerja Servis Lift Barang Dua Lantai di Surabaya

Oleh: Tim Teknis PT Surabaya Solusi Integrasi


1. Pagi di Bengkel: Awal Sebuah Tugas

Pukul enam pagi, Surabaya masih dibalut udara lembab sisa hujan semalam. Di bengkel PT Surabaya Solusi Integrasi, suasana mulai hidup. Suara gerinda, bunyi ketukan besi, dan aroma oli sudah menjadi musik pagi bagi kami — para teknisi yang siap mengarungi hari dengan segala tantangannya.
Saya, Saifudin, teknisi bidang elektro-mekanik, bersiap dengan semangat baru. Di meja kerja saya sudah menunggu berkas tugas hari itu: servis lift barang dua lantai di gudang logistik kawasan Margomulyo, Surabaya Barat.

Lift tersebut menjadi urat nadi operasional gudang. Jika macet, seluruh proses bongkar muat barang akan terhenti. Dari laporan yang masuk, lift sering berhenti di tengah perjalanan, kadang tidak mau turun setelah naik ke lantai dua. Dugaan awal: gangguan sistem kontrol dan sensor posisi.

Rizal dan Dimas, dua rekan satu tim, datang hampir bersamaan. Kami sudah seperti keluarga kecil. Rizal ahli di bidang mekanik — tangannya cekatan membongkar mesin, sementara Dimas jago dalam listrik dan sistem kontrol. Kami bertiga sering turun bersama di lapangan, dan tahu betul bagaimana saling menutupi kekurangan.

Sebelum berangkat, kami menyiapkan perlengkapan:

  • Toolkit listrik dan mekanik lengkap.
  • Multimeter digital.
  • Clamp meter.
  • Pelumas rantai dan grease khusus.
  • Spare part kontaktor, fuse, dan pegas limit switch.
  • Helm, sarung tangan isolasi, sepatu safety, serta rompi kerja.

Supervisor kami, Pak Adi, sempat mengingatkan,

"Pastikan SOP keselamatan tetap dijaga. Jangan terburu-buru, yang penting aman dan tuntas."

Kami mengangguk. Dalam pekerjaan seperti ini, ketelitian adalah segalanya.


2. Perjalanan Menuju Lokasi

Mobil servis kami melaju keluar bengkel pukul 07.45. Jalanan Surabaya mulai padat, tapi suasana pagi memberi energi tersendiri. Di tengah perjalanan, kami sempat berdiskusi tentang kemungkinan sumber kerusakan.

"Kalau motor masih nyala tapi platform nggak jalan, bisa jadi kontaktor utama stuck," ujar Dimas sambil memeriksa daftar peralatan.
"Atau limit switch-nya lepas di lantai dua. Kalau sensor nggak baca posisi, sistem bisa bingung," tambah Rizal.
"Bisa juga arus 3 phase-nya drop di salah satu jalur," saya menimpali.

Begitulah obrolan kami. Kadang serius, kadang diselingi canda. Tapi di balik itu semua, ada rasa tanggung jawab besar: menjaga alat vital perusahaan klien agar tetap berjalan.

Tiba di lokasi sekitar pukul 08.30. Gudang itu cukup besar, dengan deretan truk yang menunggu di area bongkar muat. Di sisi belakang, terdapat ruang lift barang yang akan kami periksa.

Kami disambut oleh kepala gudang, Pak Heri, yang langsung bercerita panjang tentang keluhan mereka.

"Lift-nya sempat berhenti di tengah waktu ngangkat barang. Untung nggak ada orang di platform, Mas. Karyawan sampai dorong-dorong panel biar turun, tapi malah nggak respon."

Saya tersenyum menenangkan, "Tenang, Pak. Kita cek pelan-pelan dulu, biar ketemu akar masalahnya."


3. Pemeriksaan Awal: Menyelam ke Dalam Sistem

Langkah pertama sebelum menyentuh alat adalah keamanan. Kami memutus daya utama, memasang tanda "SEDANG PERBAIKAN – DILARANG MENGOPERASIKAN."

Panel kontrol lift ada di sudut ruangan, sedikit berdebu. Begitu saya buka pintunya, aroma khas kabel panas langsung terasa. Saya tahu, ada sesuatu yang salah di sana.

Ternyata benar — salah satu kontaktor utama terlihat gosong pada bagian koilnya. Bekas panas menunjukkan tanda overcurrent.
Dimas langsung mengukur resistansi koil kontaktor: hasilnya mendekati nol. Artinya, short circuit.

Sementara itu, Rizal memeriksa sisi mekanik. Rel lift masih lurus, rantai pengangkat dalam kondisi agak kering dan berbunyi kasar saat digerakkan manual.

"Kayaknya udah lama nggak dilumasi," katanya sambil menggeleng.

Saya lanjut memeriksa limit switch di lantai dua. Saat platform mencapai atas, tuas kecil di sensor seharusnya ditekan oleh stopper logam di rel, tapi kali ini tuas itu macet dan tidak kembali ke posisi semula. Inilah penyebab sistem kontrol tidak tahu bahwa platform sudah sampai di atas — akhirnya motor tidak berhenti otomatis dan sistem masuk mode error.


4. Diagnosa: Merangkai Potongan Masalah

Setelah pemeriksaan menyeluruh, kami mencatat tiga sumber utama kerusakan:

  1. Koil kontaktor terbakar akibat arus lebih.
    Biasanya karena beban melebihi kapasitas atau konektor longgar.
  2. Limit switch aus dan pegas penekan lemah.
    Akibat penggunaan terus-menerus tanpa perawatan rutin.
  3. Pelumasan mekanik minim, menyebabkan gesekan tinggi.

Masalah-masalah ini sebenarnya klasik, tapi sering terjadi karena kurangnya jadwal perawatan preventif.

Saya menjelaskan semuanya kepada Pak Heri, dan beliau setuju kami segera melakukan perbaikan.


5. Proses Servis: Dari Panel ke Platform

Pekerjaan dimulai.
Dimas menyiapkan kontaktor pengganti, saya menandai semua kabel agar tidak tertukar. Setiap kabel diberi label kecil, karena dalam panel lift, satu kesalahan sambungan bisa berakibat fatal.

Sementara itu, Rizal fokus di bagian atas lift, memeriksa kondisi pulley dan rantai. Dengan penuh hati-hati, ia membersihkan sisa grease lama dan menggantinya dengan pelumas baru.

Saya mengganti kontaktor lama yang hangus dengan unit baru merek Schneider 32A, tipe yang umum digunakan untuk motor penggerak lift kapasitas 1 ton.

Setelah itu, Dimas melakukan uji continuity pada rangkaian kontrol:

  • Garis suplai 3 phase: OK
  • Kontak bantu: OK
  • Terminal limit switch: OK setelah dibersihkan

Kami lanjut memperbaiki limit switch lantai dua. Pegasnya sudah aus, jadi kami ganti dengan pegas stainless baru. Untuk memastikan ketahanan, kami tambahkan pengaman kecil dari bracket aluminium agar tidak mudah terlepas.

Rizal melumasi rantai dan bearing platform menggunakan grease tekanan tinggi. Kami juga memeriksa baut pengikat motor, memastikan tidak ada getaran berlebih.

Proses perbaikan memakan waktu hampir empat jam tanpa jeda. Kami bekerja bergantian antara bagian listrik dan mekanik, sambil tetap menjaga area kerja aman dari lalu lalang karyawan gudang.


6. Uji Fungsi: Saat Kebenaran Diuji

Sore menjelang ketika semua komponen sudah terpasang rapi. Kami bersiap melakukan uji fungsi. Daya listrik kembali diaktifkan, dan panel menyala. Lampu indikator hijau menunjukkan sistem siap.

Saya berdiri di depan panel, menekan tombol "UP" perlahan.
Suara motor terdengar lembut. Platform mulai naik dengan gerakan stabil. Dimas memantau arus listrik menggunakan clamp meter — arus di kisaran normal, tidak ada lonjakan.

Ketika platform mencapai lantai dua, klik! — limit switch berbunyi dan motor berhenti otomatis. Kami tersenyum lega.

"Bagus. Sekarang turunkan," kata Rizal.

Saya tekan tombol "DOWN", dan platform turun mulus tanpa hentakan. Uji naik-turun kami ulangi hingga lima kali. Semua lancar.

Setelah itu kami lanjutkan uji beban dengan menaruh 20 karung barang (total 400 kilogram). Lift tetap stabil. Tak ada tanda slip atau panas berlebih.


7. Edukasi dan Penyerahan Hasil

Kami membuat laporan kerja lengkap berisi temuan, tindakan, dan rekomendasi. Saya menjelaskan kepada Pak Heri:

"Sebaiknya jadwal servis rutin dilakukan tiap tiga bulan, Pak. Supaya bagian listrik dan mekanik bisa dicek sebelum rusak."

Beliau tampak mengerti. "Selama ini baru kami panggil kalau sudah macet, Mas. Tapi sekarang kami paham, lebih baik dicegah daripada diperbaiki."

Kami pun memberikan checklist perawatan sederhana:

  • Bersihkan panel tiap minggu dari debu.
  • Cek suara mesin saat operasi.
  • Jangan bebankan lift melebihi kapasitas.
  • Lakukan pelumasan ringan tiap dua minggu.

Pak Heri tersenyum puas sambil berkata,

"Kalau sudah dikerjakan tim PT Surabaya Solusi Integrasi, kami yakin hasilnya pasti bagus."

Kalimat sederhana, tapi sangat berarti bagi kami.


8. Refleksi: Makna di Balik Setiap Baut

Pekerjaan teknisi sering kali terlihat sederhana dari luar. Orang hanya melihat hasilnya: lift kembali berfungsi, lampu menyala, barang bisa diangkut lagi.
Tapi di balik itu, ada ratusan keputusan kecil yang kami ambil setiap menit di lapangan: memilih kabel yang tepat, memastikan arus aman, menyesuaikan tekanan rantai, membaca suara mesin.

Satu kesalahan kecil bisa berakibat besar. Karena itu, kami selalu berpegang pada prinsip "kerja teliti, kerja selamat."

Saya sering merenung — menjadi teknisi bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah panggilan jiwa. Kami tidak bekerja di ruang ber-AC, tidak memakai jas putih, tapi tangan kami memastikan roda industri tetap berputar.

Di balik suara motor dan peluh keringat, ada kebanggaan tersendiri.


9. Sore di Gudang: Lift yang Kembali Hidup

Menjelang pukul lima sore, kami membereskan peralatan. Di kejauhan, platform lift bergerak pelan membawa tumpukan dus ke lantai dua. Operator yang tadi khawatir kini tersenyum lega.

Saya berdiri sejenak, memandangi hasil kerja kami. Ada rasa puas yang sulit dijelaskan. Rasanya seperti melihat karya hidup — sistem yang semula diam kini kembali berfungsi sempurna.

Sebelum pamit, kami menuliskan catatan terakhir di buku servis:

"Lift diuji dengan beban 400 kg, sistem bekerja normal. Rekomendasi: jadwal perawatan rutin setiap tiga bulan."

Kami saling berjabat tangan dengan Pak Heri dan timnya. Mereka mengucapkan terima kasih berulang kali. Dalam hati saya berkata, "Inilah alasan kenapa saya mencintai pekerjaan ini."


10. Malam di Perjalanan Pulang

Dalam perjalanan pulang, langit Surabaya mulai gelap. Lampu-lampu kota memantul di kaca mobil servis kami. Dimas bersandar di kursi, Rizal memutar musik pelan.

Kami lelah, tapi puas. Setiap proyek selalu menyisakan cerita. Kadang ada tantangan, kadang ada tawa, tapi selalu ada pelajaran baru.

"Kalau semua lift di Surabaya diservis dengan benar, banyak kecelakaan bisa dicegah," ujar Rizal pelan.
"Ya, kerja kita mungkin sepele buat orang lain, tapi penting buat keselamatan banyak orang," timpal saya.

Benar. Tidak ada pekerjaan kecil jika dilakukan dengan tanggung jawab besar.

Kami tiba di bengkel sekitar pukul tujuh malam. Setelah melapor ke supervisor, kami menutup hari itu dengan secangkir kopi panas dan rasa lega luar biasa.


11. Catatan Akhir: Profesionalisme di Lapangan

Cerita ini mungkin hanya satu dari ratusan proyek servis lift yang kami tangani di Surabaya dan sekitarnya. Namun, setiap proyek punya nilai sendiri.
Sebagai teknisi di PT Surabaya Solusi Integrasi, kami bukan hanya memperbaiki alat, tapi menjaga kepercayaan dan keselamatan klien.

Kami percaya, keberhasilan tidak hanya diukur dari alat yang berfungsi, tetapi dari kepuasan dan rasa aman pengguna.

Lift barang dua lantai itu kini beroperasi normal setiap hari, menjadi saksi bisu kerja keras tiga teknisi yang mungkin tak dikenal banyak orang — tapi tanpa mereka, banyak roda bisnis yang berhenti berputar.



PT SURABAYA SOLUSI INTEGRASI

PT SURABAYA SOLUSI INTEGRASI - JUAL BELI BLOG - JUAL BLOG UNTUK KEPERLUAN DAFTAR ADSENSE - BELI BLOG BERKUALITAS - HUBUNGI KAMI SEGERA

Post a Comment

Support By Yahoo!
Support By Bing

Previous Post Next Post