---
🕌 Biografi Ultra Lengkap KH. Marzuki Mustamar
1. Profil Singkat
KH. Marzuki Mustamar adalah salah satu ulama karismatik Indonesia yang dikenal luas sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur serta Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang.
Beliau dikenal sebagai tokoh yang tegas dalam prinsip, kuat dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), dan berani menyuarakan pandangan keislaman yang berpijak pada tradisi pesantren.
Selain dikenal sebagai figur keagamaan, KH. Marzuki juga menjadi penggerak moral umat, pembimbing santri, serta sosok ulama yang dekat dengan masyarakat. Ceramahnya dikenal lugas, kritis, namun tetap santun dan penuh nilai-nilai keilmuan.
---
2. Latar Belakang dan Keluarga
KH. Marzuki Mustamar lahir di Malang, Jawa Timur, dari keluarga religius yang taat pada tradisi pesantren. Sejak kecil, beliau telah dibesarkan dalam suasana yang kental dengan nilai-nilai Islam tradisional dan kultur Nahdliyin.
Ayah dan ibunya dikenal sebagai sosok yang sederhana namun sangat menekankan pentingnya ilmu agama dan adab. Lingkungan keluarga yang religius inilah yang kemudian membentuk karakter KH. Marzuki menjadi pribadi yang teguh, berani, dan konsisten membela kebenaran.
Beliau menikah dan memiliki keturunan yang juga menekuni dunia pendidikan dan dakwah. Keluarganya turut aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan pesantren.
---
3. Pendidikan dan Pembentukan Keilmuan
Pendidikan KH. Marzuki Mustamar berawal dari Madrasah Diniyah dan pondok pesantren di sekitar Malang. Sejak kecil, beliau sudah menunjukkan kecerdasan luar biasa dan ketekunan dalam mempelajari ilmu-ilmu agama seperti fikih, tauhid, tafsir, hadits, dan tasawuf.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar keagamaan, beliau melanjutkan mondok ke beberapa pesantren besar di Jawa Timur, termasuk yang berafiliasi dengan jaringan Nahdlatul Ulama. Di sinilah keilmuan beliau semakin mendalam, khususnya dalam ilmu alat (nahwu-sharaf) dan kitab kuning klasik.
Selain pendidikan pesantren, KH. Marzuki juga dikenal memiliki latar akademik formal. Beliau pernah menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, dan kemudian menempuh studi pascasarjana di bidang pendidikan Islam. Kombinasi antara ilmu pesantren dan akademik ini menjadikan beliau sebagai ulama yang berwawasan luas dan mampu berdialog dengan dunia modern.
---
4. Mendirikan dan Mengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad
KH. Marzuki Mustamar dikenal luas sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, yang terletak di Kelurahan Gasek, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Pesantren ini berdiri dengan semangat melahirkan generasi santri yang alim, berakhlak, dan nasionalis.
Di bawah asuhan beliau, Pondok Sabilurrosyad berkembang pesat dan menjadi salah satu pesantren rujukan di Malang Raya. Sistem pendidikan di pesantren ini memadukan pendidikan salaf (kitab kuning) dengan pendidikan modern, sehingga para santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman.
Beliau juga dikenal dekat dengan para santri, sering berdialog langsung, dan menanamkan nilai-nilai tawadhu, cinta tanah air, dan moderasi beragama.
---
5. Kiprah di Nahdlatul Ulama
Kiprah KH. Marzuki Mustamar di Nahdlatul Ulama (NU) sudah dimulai sejak muda. Beliau aktif dalam berbagai kegiatan keorganisasian, baik di tingkat PCNU Kota Malang maupun di level PWNU Jawa Timur.
Pada tahun 2018, dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Jawa Timur yang digelar di Ponpes Lirboyo Kediri, KH. Marzuki terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWNU Jawa Timur. Pemilihan tersebut mencerminkan kepercayaan besar dari kalangan ulama terhadap kepemimpinan beliau yang tegas, independen, dan istiqamah.
Dalam masa kepemimpinannya, beliau fokus pada:
Penguatan kaderisasi NU di akar rumput,
Revitalisasi pesantren dan lembaga pendidikan NU,
Peneguhan paham Aswaja An-Nahdliyah,
Serta peningkatan kiprah sosial dan ekonomi warga NU.
Beliau juga dikenal vokal dalam menolak gerakan ekstremisme dan radikalisme yang mencoba menyusup ke kalangan umat Islam Indonesia.
---
6. Pandangan Keagamaan dan Sosial
Sebagai seorang ulama, KH. Marzuki Mustamar memiliki pandangan keislaman yang tegas dan konsisten pada Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Beliau sering menekankan pentingnya menjaga tradisi ulama salaf, menghormati perbedaan, serta tidak mudah mengkafirkan sesama muslim.
Dalam berbagai ceramahnya, beliau sering mengingatkan umat agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang menjauhkan diri dari nilai tasamuh (toleransi), tawasuth (moderat), dan tawazun (seimbang).
Beliau juga sangat nasionalis, dengan pandangan bahwa mencintai Indonesia merupakan bagian dari iman. Baginya, Islam dan kebangsaan tidak perlu dipertentangkan, melainkan saling menguatkan.
---
7. Gaya Dakwah dan Pengaruh Publik
KH. Marzuki dikenal dengan gaya ceramahnya yang khas — berapi-api, logis, dan penuh humor cerdas. Banyak jamaah yang menyukai cara beliau menyampaikan ilmu, karena mudah dicerna namun sangat dalam maknanya.
Beliau juga tidak segan mengkritik hal-hal yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam atau membahayakan umat. Meski demikian, kritiknya selalu berlandaskan dalil dan adab ulama.
Melalui media sosial dan YouTube, dakwah KH. Marzuki kini menjangkau jutaan umat di seluruh Indonesia. Banyak video beliau yang viral, khususnya yang membahas keislaman kontekstual, bahaya radikalisme, dan pentingnya menjaga NKRI.
---
8. Kontroversi dan Keberanian Berpendapat
Sebagai ulama yang tegas, KH. Marzuki Mustamar tak jarang terlibat dalam polemik atau perdebatan publik. Beberapa pandangannya yang keras terhadap kelompok tertentu sempat menuai kontroversi, namun justru menegaskan karakter beliau sebagai ulama yang tidak takut melawan arus demi kebenaran.
Beliau sering menegaskan bahwa seorang ulama harus berani menyampaikan kebenaran walau pahit, sebagaimana pesan Rasulullah SAW:
> "Katakanlah yang benar, walau itu pahit."
Meskipun demikian, KH. Marzuki tetap dihormati lintas kalangan — baik oleh ulama sepuh, pejabat pemerintah, maupun masyarakat luas — karena ketulusan niatnya dalam membimbing umat.
---
9. Kontribusi Ilmu dan Karya
Selain berdakwah, KH. Marzuki Mustamar juga aktif menulis buku dan artikel tentang keislaman, Aswaja, serta pendidikan pesantren. Beliau sering menjadi pembicara di seminar, halaqah, dan forum nasional tentang keislaman dan kebangsaan.
Beberapa gagasannya yang terkenal antara lain:
Pentingnya pesantren sebagai benteng moral bangsa,
Reaktualisasi fikih sosial dalam konteks Indonesia,
dan Islam rahmatan lil 'alamin sebagai solusi terhadap konflik ideologi modern.
---
10. Warisan Keilmuan dan Teladan
KH. Marzuki Mustamar menjadi simbol ulama pejuang di era modern. Beliau menunjukkan bahwa ulama tidak hanya berperan di mimbar, tapi juga dalam ranah sosial, pendidikan, dan kebangsaan.
Melalui pesantren, ceramah, dan kepemimpinan di NU, beliau menanamkan nilai:
Keikhlasan dalam berjuang,
Kecintaan pada bangsa,
dan Konsistensi dalam menjaga Islam Aswaja.
---
11. Kesimpulan
KH. Marzuki Mustamar adalah contoh nyata ulama Indonesia yang berilmu, berani, dan berjiwa nasionalis. Dalam sosoknya, berpadu antara ketegasan prinsip dan kelembutan hati.
Beliau bukan hanya guru bagi para santri, tetapi juga inspirasi bagi masyarakat luas untuk memahami Islam yang moderat, ramah, dan berkeadilan.
Kepemimpinannya di PWNU Jawa Timur menjadi tonggak penting dalam menjaga arah perjuangan NU agar tetap setia pada khittah 1926 — yakni berkhidmat untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan.
---