Suasana Kebersamaan di Balik Terpal Biru

Suasana Kebersamaan di Balik Terpal Biru

Di sebuah sudut gang yang sedang direnovasi, deretan bangunan beton menjadi latar pertemuan hangat siang itu. Di bawah naungan atap seadanya, sekelompok pria duduk melingkar, bersandar pada dinding setengah jadi. Terpal biru terbentang di sisi jalan, melindungi mereka dari sengatan matahari yang jatuh hampir tegak lurus.

Seorang pria dengan topi marun dan kaos hijau menjadi salah satu fokus suasana. Ia menatap kamera dengan ekspresi tenang, menandakan keakraban dengan momen yang sedang berlangsung. Di belakangnya, beberapa orang tampak berbincang santai, sebagian mengenakan pakaian kasual warna terang seperti merah dan kuning, menambah kesan ceria di tengah suasana sederhana.

Di meja kecil berlapis plastik, sisa hidangan terlihat: gelas-gelas air mineral, piring yang baru saja dipakai, dan aroma makanan yang seolah masih tertinggal di udara. Percakapan ringan bercampur dengan suara jalanan, menghadirkan harmoni khas pertemuan warga.

Meski dikelilingi dinding semen yang belum selesai diplester, kebersamaan jelas lebih penting daripada kemewahan. Inilah potret keseharian masyarakat: saling berkunjung, berbagi cerita, dan meneguhkan ikatan sosial, bahkan di tengah bangunan yang masih dalam proses menjadi rumah.

Artikel ini menggambarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu lahir dari tempat yang sempurna. Kadang, justru dari suasana sederhana seperti inilah kehangatan manusia terasa paling nyata.




PT SURABAYA SOLUSI INTEGRASI

PT SURABAYA SOLUSI INTEGRASI - JUAL BELI BLOG - JUAL BLOG UNTUK KEPERLUAN DAFTAR ADSENSE - BELI BLOG BERKUALITAS - HUBUNGI KAMI SEGERA

Post a Comment

Support By Yahoo!
Support By Bing

Previous Post Next Post