---
Kuota Program Magang Fresh Graduate Ditambah Jadi 100 Ribu Orang
Langkah Pemerintah Menjembatani Dunia Kampus dan Dunia Kerja
Pendahuluan
Pemerintah Indonesia resmi menambah kuota Program Magang Fresh Graduate menjadi 100 ribu peserta. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kompetensi lulusan baru. Dengan mekanisme yang lebih fleksibel, program ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan tinggi dan dunia industri.
Latar Belakang Program
Program magang bergaji ini sebelumnya hanya dirancang untuk 20 ribu peserta. Melihat tingginya minat dan kebutuhan, pemerintah memutuskan untuk menambah kuota secara bertahap hingga mencapai 100 ribu peserta. Alokasi anggaran sebesar Rp396 miliar disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program selama 2025–2026.
Mekanisme Pelaksanaan
Durasi Magang: 6 bulan
Honorarium: Setara Upah Minimum Provinsi (UMP) masing-masing daerah
Skema: Roll over — jika kuota awal 20 ribu terpenuhi, peserta berikutnya akan dimasukkan ke kuota tambahan hingga total 100 ribu
Peserta: Lulusan baru perguruan tinggi (fresh graduates) dari berbagai bidang
Dengan sistem ini, program magang lebih inklusif dan dapat diakses oleh lebih banyak lulusan baru di berbagai daerah.
Tujuan dan Manfaat
1. Memberi pengalaman kerja nyata: Peserta mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri sebelum masuk ke pasar kerja formal.
2. Mengurangi pengangguran terdidik: Memberikan jalan keluar sementara bagi lulusan baru yang belum mendapatkan pekerjaan tetap.
3. Meningkatkan keterampilan & jaringan profesional: Program magang membuka akses terhadap mentor, rekan kerja, dan peluang kerja lanjutan.
4. Menarik partisipasi industri: Memberi insentif kepada perusahaan untuk terlibat dalam pengembangan SDM.
Tantangan yang Perlu Diantisipasi
Walau menjanjikan, program ini juga memiliki tantangan:
Pemerataan daerah: Jangan sampai hanya terkonsentrasi di kota besar.
Kualitas pembelajaran: Perlu mekanisme pengawasan agar peserta benar-benar mendapatkan pembelajaran dan keterampilan, bukan sekadar tenaga tambahan murah.
Keberlanjutan: Program harus dirancang agar berkesinambungan, bukan hanya solusi sesaat.
Peluang kerja lanjutan: Penting ada jalur transisi yang jelas bagi peserta setelah masa magang berakhir.
Harapan Ke Depan
Jika dikelola dengan baik, program magang fresh graduate ini dapat menjadi salah satu tonggak penting pengembangan SDM Indonesia. Lulusan baru mendapat pengalaman, industri mendapat talenta muda, dan pemerintah mendapat kontribusi nyata untuk menekan angka pengangguran terdidik.
Penutup
Kebijakan penambahan kuota hingga 100 ribu peserta mencerminkan keseriusan pemerintah membangun "jembatan" antara kampus dan dunia kerja. Meski penuh tantangan, program ini merupakan langkah strategis agar lulusan baru lebih siap menghadapi persaingan di pasar tenaga kerja, sekaligus memperkuat daya saing nasional di era globalisasi.
---