---
"Menyambut Hari dengan Mobil Tua: Catatan Kegiatan 7 Agustus 2025"
Lokasi: Workshop sederhana di tengah kebun pisang, Indonesia
Pelaku: Seorang teknisi lapangan penuh semangat
---
Pagi yang Cerah, Semangat yang Tetap Membara
Hari ini, Kamis 7 Agustus 2025, saya memulai hari seperti biasa — dengan membuka pintu bengkel kecil yang terletak di pinggir desa. Di balik tumpukan daun pisang dan deretan pohon yang rimbun, berdiri sebuah mobil tua yang setia menunggu disentuh tangan. Mobil ini bukan hanya sekadar kendaraan; ia adalah saksi bisu dari perjuangan hidup, ketekunan, dan semangat memperbaiki sesuatu yang tampaknya sudah ditinggalkan zaman.
Mobil tua di depan saya hari ini adalah sebuah Nissan Patrol lawas, penuh debu dan goresan, tapi masih punya semangat di balik mesinnya. Mesin 4x4 yang tangguh itu masih bisa mengaum, asal dirawat dengan hati.
---
Menengok Mesin Tua, Menghidupkan Harapan
Langkah pertama saya hari ini adalah membuka kap mesin. Oli sudah mulai menghitam, beberapa selang mulai getas dimakan usia, dan kabel-kabel pengapian perlu sedikit sentuhan. Tidak ada keluhan—saya justru merasa tenang saat tangan saya kotor oleh oli. Karena dari situlah saya tahu, bahwa saya sedang membangun kembali sesuatu yang punya makna.
Dengan kunci ring 12 dan lap kotor yang selalu menempel di saku celana, saya mulai mengutak-atik sistem pendinginan dan karburator. Hari ini saya berhasil membersihkan saringan udara, mengecek radiator, dan mengganti busi yang sudah aus.
---
Bukan Sekadar Mobil, Tapi Sebuah Pelajaran
Bekerja dengan mobil tua bukan hanya soal memperbaiki komponen. Ini soal kesabaran, pengamatan, dan hubungan antara manusia dengan mesin. Saya belajar bahwa sesuatu yang tua bukan berarti tidak berharga — justru di sanalah terkandung sejarah, kekuatan, dan nilai sentimental yang tak bisa dibeli.
Mobil ini sudah pernah masuk ladang, melintasi banjir, dan membawa hasil panen dari desa ke pasar. Hari ini, saya hanya ingin mengembalikannya ke masa jayanya, satu baut dan mur dalam satu waktu.
---
Sederhana Tapi Penuh Arti
Lokasi saya bekerja hari ini sangat sederhana. Dinding bangunan masih dari batako kasar, atapnya dari seng bergelombang. Di belakang, hamparan pohon pisang menjadi saksi bisu. Tapi justru kesederhanaan itulah yang membuat hari ini terasa jujur.
Saya bekerja bukan untuk terlihat hebat. Saya bekerja untuk memberi manfaat — bagi mobil yang hampir mati, bagi pemilik yang membutuhkan, dan bagi diri saya sendiri, agar tetap berguna dan tidak menyerah.
---
Penutup Hari: Keringat yang Tak Pernah Sia-sia
Menjelang siang, matahari mulai terik. Tapi pekerjaan saya belum selesai. Beberapa bagian masih harus dibersihkan dan disusun ulang. Tapi saya percaya, sedikit demi sedikit, mobil ini akan bangkit kembali. Sama seperti kita yang kadang lelah, tapi tetap berdiri karena tahu, tidak ada kerja keras yang sia-sia.
Hari ini, 7 Agustus 2025, adalah hari biasa. Tapi bagi saya, ini adalah bagian dari perjalanan luar biasa.
---