Satu Hari Bersama Sales Door to Door di Wilayah Kertosari






---

Pejuang Regulator: Satu Hari Bersama Sales Door to Door di Wilayah Kertosari

Bagian 1: Pagi Hari yang Menentukan

Pukul 07.00 pagi, saya sudah berdiri di depan rumah dengan tas punggung berisi Regulator Gas AmanPro, brosur promo, dan lembar daftar target harian. Hari ini, saya akan keliling Perumahan Kertosari, Sidoarjo, salah satu wilayah padat penduduk yang menurut data kami memiliki banyak pengguna regulator gas lama tanpa fitur keamanan.

Langkah kaki saya terasa ringan, meskipun ada sedikit cemas—karena dalam pekerjaan ini, setiap hari bisa berbeda: kadang menyenangkan, kadang menguras mental.


---

Bagian 2: Target dan Persiapan

Sebelum berangkat, saya menetapkan 3 target pribadi:

1. Kunjungi 30 rumah.


2. Dapatkan minimal 10 percakapan langsung.


3. Menjual 3 unit regulator hari ini.



Saya juga mengecek ulang barang bawaan:

6 unit Regulator AmanPro

1 unit demo regulator lama dan AmanPro (untuk perbandingan langsung)

Brosur produk

Formulir catatan dan follow-up

HP dengan kalkulator dan Google Maps aktif


Saya mengenakan kaos rapi berlogo produk dan celana panjang sopan, siap menghadapi dunia nyata: pintu-pintu yang akan terbuka... atau tertutup.


---

Bagian 3: Pintu Pertama, Hati Terbuka

Rumah pertama yang saya datangi memiliki pagar kecil, terlihat sederhana. Seorang ibu membuka pintu saat saya ucapkan salam. Saya memperkenalkan diri:

> "Selamat pagi, Bu. Saya dari AmanPro. Hari ini kami menawarkan regulator gas terbaru dengan fitur anti bocor. Boleh saya tunjukkan cara kerjanya sebentar?"



Awalnya beliau ragu. Tapi saat saya tunjukkan demo tekanan otomatis dan fitur kunci keamanan, wajahnya mulai berubah.

> "Oh, kayak gini lebih aman, ya? Apalagi anak-anak suka main di dapur…"



Setelah 10 menit diskusi, saya berhasil menjual 1 unit. Bukan hanya itu, beliau juga berjanji akan mengabari tetangga sebelah.

Satu pintu, satu closing. Hari dimulai dengan baik.


---

Bagian 4: Penolakan dan Pelajaran

Rumah kedua hingga keenam cukup menantang. Ada yang berkata:

"Sudah punya."

"Nggak minat, Mas."

"Maaf, sibuk dulu."


Saya hanya senyum, ucap terima kasih, dan lanjut. Dalam dunia sales, penolakan bukan berarti gagal. Itu hanya bagian dari proses.

Rumah ketujuh memberi saya harapan baru. Seorang bapak tua keluar dengan tangan sedikit gemetar. Setelah saya perkenalkan produk, beliau berkata:

> "Mas, saya udah pernah kebakaran gara-gara selang copot. Kalau memang ini aman, saya mau coba satu."



Saya bantu pasang langsung di tempat. Beliau puas. Bahkan saya ditawari teh manis hangat.

Closing kedua hari ini. Hati saya hangat.


---

Bagian 5: Siang Hari – Ujian Fisik dan Mental

Pukul 12.00 siang. Matahari di atas kepala, panas menyengat. Saya berteduh di bawah pohon, membuka air mineral, dan merevisi peta target. Dari 30 rumah yang saya niatkan, baru 12 yang saya kunjungi.

Kaki terasa lelah, tapi semangat belum habis. Saya tahu, usaha tak akan mengkhianati hasil.


---

Bagian 6: Door to Door Bukan Sekadar Menjual

Rumah ke-15 memberikan pelajaran unik. Seorang ibu muda awalnya curiga:

> "Maaf, ini MLM ya?"



Saya tertawa kecil, menjelaskan bahwa kami bukan MLM. Saya tunjukkan kartu tanda pengenal dan izin promosi. Setelah itu, suasana mencair. Ibu ini mulai bertanya soal garansi, bahan material regulator, hingga harga paket bundling.

Akhirnya closing + 1 unit pre-order untuk kakaknya.

Saya mulai paham, kunci dari penjualan door to door bukan hanya produk, tapi:

1. Kejujuran


2. Penampilan sopan


3. Kemampuan menjelaskan dengan bahasa sederhana


4. Rasa hormat terhadap waktu orang lain




---

Bagian 7: Sore Hari, Hadiah dari Konsistensi

Pukul 4 sore. Saya sudah kunjungi 27 rumah. Interaksi yang saya dapat:

16 orang membuka pintu

5 closing langsung

2 pre-order

4 janji follow-up besok


Sore ini saya mendapat kejutan: ibu dari rumah pertama mengabari via WhatsApp bahwa tetangganya juga mau beli. Saya kembali ke sana, closing 1 unit tambahan.


---

Bagian 8: Refleksi Diri di Ujung Hari

Di perjalanan pulang, saya berpikir: meskipun banyak yang menganggap sales door to door adalah pekerjaan kecil, bagi saya ini adalah ladang pembelajaran karakter.

Dari satu pintu ke pintu lain, saya belajar:

Mengelola emosi saat ditolak

Menjaga motivasi saat lelah

Menyusun strategi komunikasi

Memahami psikologi calon pelanggan

Meningkatkan keterampilan presentasi dan empati


Saya tidak hanya menjual regulator. Saya sedang melatih diri untuk menjadi manusia tangguh, fleksibel, dan solutif.


---

Bagian 9: Penutup

Hari ini saya menutup catatan dengan:

Total closing: 6 unit

2 pre-order

4 calon pelanggan follow-up

0 komplain

Banyak pelajaran


Bagi saya, itu lebih dari cukup.

Esok saya akan bangun lagi, memulai dari pintu pertama, dan menjajakan regulator bukan hanya sebagai barang dagangan, tapi sebagai bukti kerja keras dan integritas pribadi.


---

> "Pintu-pintu mungkin tertutup, tapi selama hati kita tetap terbuka, kita akan terus menemukan jalan."






PT SURABAYA SOLUSI INTEGRASI

PT SURABAYA SOLUSI INTEGRASI - JUAL BELI BLOG - JUAL BLOG UNTUK KEPERLUAN DAFTAR ADSENSE - BELI BLOG BERKUALITAS - HUBUNGI KAMI SEGERA

Post a Comment

Support By Yahoo!
Support By Bing

Previous Post Next Post