Sejarah Palestina: Dari Tanah Suci Hingga Ladang Konflik
1. Zaman Kuno
Wilayah Palestina telah dihuni sejak ribuan tahun yang lalu dan menjadi tempat peradaban kuno yang sangat penting. Dalam sejarah agama-agama besar dunia, Palestina memegang peranan sentral:
- Yahudi: Tempat berdirinya Kerajaan Israel dan lokasi Bait Suci (Temple of Solomon) di Yerusalem.
- Kristen: Tempat kelahiran Yesus Kristus di Bethlehem dan situs penting lainnya seperti Yerusalem dan Nazaret.
- Islam: Yerusalem adalah tempat Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan rumah dari Masjid Al-Aqsha, situs suci ketiga dalam Islam.
Pada masa kekuasaan Romawi, wilayah ini dinamakan "Palæstina" sebagai upaya untuk menghapus jejak Yahudi, tetapi nama ini terus dipakai dan menjadi dasar nama Palestina saat ini.
2. Mandat Inggris (1917–1948)
Setelah Kekaisaran Ottoman runtuh pasca-Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa memberikan Inggris mandat untuk mengelola Palestina. Masa ini ditandai oleh:
- Deklarasi Balfour (1917): Surat dari pemerintah Inggris yang mendukung pembentukan "tanah air bagi bangsa Yahudi" di Palestina.
- Akibatnya, imigrasi Yahudi meningkat drastis ke Palestina, menimbulkan ketegangan dengan penduduk Arab setempat.
- Pemberontakan Arab (1936–1939) terjadi sebagai reaksi terhadap ketidakadilan dan kolonialisme Inggris.
Masa Mandat Inggris menjadi titik awal lahirnya "masalah Palestina" yang kompleks hingga kini.
3. Perang 1948 (Nakba)
Pada 14 Mei 1948, Israel menyatakan kemerdekaannya, disusul dengan perang antara Israel dan negara-negara Arab. Dampaknya:
- Sekitar 750.000 warga Palestina terusir atau melarikan diri dari rumah mereka—peristiwa ini dikenal sebagai Nakba (bencana).
- Ratusan desa Palestina dihancurkan.
- Israel menguasai wilayah yang lebih luas dari yang dialokasikan dalam rencana PBB.
Hingga kini, para pengungsi Palestina dan keturunan mereka masih belum diizinkan kembali ke tanah asal mereka.
4. Gaza dan Tepi Barat Dijajah 1967
Perang Enam Hari (1967) antara Israel dan negara-negara Arab menyebabkan:
- Israel menduduki Tepi Barat, Yerusalem Timur, Jalur Gaza, dan Dataran Tinggi Golan.
- Pendudukan ini berlangsung hingga hari ini dan dianggap ilegal oleh hukum internasional.
- Pembangunan pemukiman Israel di wilayah Palestina semakin memperburuk situasi.
Pendudukan ini menjadi inti dari konflik modern dan menjadi dasar tuntutan rakyat Palestina atas kebebasan dan kemerdekaan penuh.
5. Intifada (1987 dan 2000)
Kata intifada berarti "pengguncangan" atau "perlawanan". Dua pemberontakan besar menandai perjuangan rakyat Palestina:
Intifada Pertama (1987–1993)
- Dimulai di Jalur Gaza akibat kemarahan atas penjajahan Israel.
- Dilakukan melalui protes damai, boikot ekonomi, hingga lemparan batu.
- Memunculkan Hamas, gerakan Islam yang kini menguasai Gaza.
Intifada Kedua (2000–2005)
- Dipicu oleh kunjungan Ariel Sharon ke Masjid Al-Aqsha.
- Lebih berdarah, dengan penggunaan senjata dan aksi bom bunuh diri.
- Ribuan warga sipil Palestina dan Israel tewas dalam konflik ini.
Intifada menjadi simbol perlawanan rakyat sipil terhadap penjajahan dan penindasan yang terus berlangsung.
Kesimpulan Singkat
Infografik "Sejarah Palestina" meringkas lebih dari seratus tahun sejarah yang penuh luka, harapan, dan perjuangan. Palestina bukan hanya konflik, tetapi juga tanah spiritualitas, identitas kolektif, dan narasi keteguhan. Melalui pemahaman sejarah yang jujur dan komprehensif, kita bisa membangun solidaritas yang lebih kuat untuk perdamaian dan keadilan.